Ad Clicks : Ad Views :
img

Inilah 5 Kesalahan Rasul yang Ditegur Allah Langsung

/
/
/
11 Views

Meskipun dirinya adalah seorang Rasul, namun Nabi Muhammad tetaplah manusia biasa seperti halnya kita. Dimana beliau juga makan, tidur, dan beraktivitas setiap hari seperti kita. Dilansir dari akun YouTube YtCrash Islam, bahkan beliau juga pernah melakukan beberapa kesalahan seperti manusia biasa. Beruntunglah Allah langsung menegur beliau atas kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Menshalati dan Mendoakan Kaum Munafik

Umar Ibnu Khaththab ra, berkata, “Ketika Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal, Rasulullah diminta datang untuk menyalati jenazahnya. Lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau salat untuk anak si Ubay itu, padahal pada hari ini dan hari lain dia mengatakan begini dan begitu?’. Maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku boleh memilih, maka aku telah memilih.

Sekiranya aku tahu, kalau aku mohonkan ampunan baginya lebih dari tujuh kali, niscaya dia akan diampuni, tentu aku akan menambahnya’” (HR. Al-Bukhari). Tetapi, tidak beberapa lama sesudah itu, turunlah ayat peringatan untuk Rasulullah. Allah SWT berfirman: “Janganlah sekali-kali kamu menyalati (jenazah) seorang yang mati dari mereka (munafik), dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di atas kuburan mereka. Sesungguhnya mereka telah kafir pada Allah dan utusannya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah: 84)

baca juga: INILAH Kisah Istri nabi ayub a. s yang Sangat Setia bernama …

2. Mengharamkan Madu

Rasulullah SAW minum madu di rumah Saudah, kemudian pergi ke rumah Aisyah. Aisyah berkata: “Aku mencium bau yang tidak sedap”.

Kemudian Rasulullah pergi ke rumah Hafsah, dan ia pun berkata seperti ucapan Aisyah itu. Rasulullah SAW bersabda: “Barangkali bau tersebut berasal dari minuman yang diminum di rumah Saudah. Demi Allah, saya tidak akan meminumnya lagi” (HR. ath-Thabrani). Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk memperingatkan beliau. Allah SWT berfirman: “Hai Nabi (Muhammad), mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tahrim: 1)

3. Toleransi kepada Orang-orang Munafik untuk Tidak Mengikuti Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan perang terakhir dalam sejarah kenabian. Perang ini sekaligus untuk menguji keimanan para sahabat. Salah satu sahabat Nabi yang tidak ikut berperang adalah Ka’ab bin Malik, yang menunda keberangkatannya karena sibuk mengurusi kebun kurmanya yang sedang berbuah dan Rasulullah mengizinkannya. Tak lama setelah itu, Rasulullah mendapat teguran dari Allah.

baca juga: Kisah Jenazah Diziarahi Banyak Malaikat – Kisah Islami

Allah SWT berfirman: “Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin (untuk tidak mengikuti perang Tabuk) sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar uzur (berhalangan) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 43-44)

4. Mengambil Tebusan dari Tawanan

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Ibnu Abbas bercerita bahwa Rasulullah meminta saran kepada Abu Bakar dan Umar ketika kaum Muslimin menawan beberapa tawanan. Abu Bakar mengusulkan agar kala itu beliau meminta uang tebusan supaya dana itu bisa dimanfaatkan untuk melawan orang-orang kafir. Sedangkan Umar menyarankan agar Rasulullah memberikan kuasa pada para sahabat untuk menebas leher para tawanan. Dan Rasulullah pun akhirnya setuju pada pendapat Umar.

Namun tak berapa lama Allah memperingatkan beliau. Allah SWT berfirman: “Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.

Kamu kehendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu), dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah Azza wa Jalla, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar, karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Anfal: 67-69)

baca juga: 5 Humor Gus Dur yang bikin ‘ngakak guling-guling’

5. Mendoakan Keburukan untuk Orang yang Menzalimi Dirinya

Dari Anas, “Salah satu gigi Nabi, rontok di waktu perang Uhud dan terdapat luka di wajah beliau sehingga darah pun mengalir ke bawah.

Maka Beliau bersabda: “Bagaimana suatu kaum akan beruntung jika mereka melakukan hal ini terhadap Nabi mereka yang mengajak mereka kepada Tuhan mereka?” (HR. Ahmad dan Muslim). Atas ucapan tersebut, beliau langsung ditegur oleh Allah. Allah SWT berfirman: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (QS. Ali Imran: 128)

Meskipun kesalahan Rasulullah tidak sebesar yang kita lakukan, Allah pun tetap menegur beliau yang mana adalah seorang Nabi. Lantas, bagaimana dengan kita yang notabene hanya manusia biasa?

baca juga: WOW, Inilah Lima Tipe Anak Sekolah Menjelang Ujian
Banner: 1st-islam.blogspot.com

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan Kembali