Cerita Lucu

Kumpulan Cerita Lucu Mukidi bikin Perut Mules

360

Nama MUKIDI identik dengan lelucon, apakah menyenangkan atau sedih dan bahkan ingin tahu. Tapi intinya hanyalah hiburan, tanpa niat menyinggung siapa pun.

Selain itu, mereka yang memiliki nama yang sama seperti MUKIDI berharap untuk mengerti, karena penulis cerita tidak mengetahui orang yang memiliki nama tersebut, hanya menciptakan nama yang mudah diingat, yaitu MUKIDI.

eketawa menyajikan beberapa cerita lucu dari MUKIDI yang dikumpulkan dari WA atau media sosial atau grup BBM.

==============================

MUKIDI Kehilangan Dompet Hitam

Mukidi membantu tetangga yang memiliki tujuan mantu. Karena begitu banyak orang dan banyak pekerjaan, MUKIDI lupa meletakkan dompetnya. Dompet Mukidi berwarna hitam dan berisi banyak uang sehingga agak sulit dilipat.

MUKIDI ROGOH KUTANG RUJAK SELLER

Karena penasaran, MUKIDI mencari dompetnya di kamar pengantin. Dia memasuki ruang privasi pengantin wanita. Setibanya di kamar Mukidi sibuk mencari dompetnya. Tiba-tiba pengantin wanita memasuki ruangan. Mukidi juga khawatir dia akan dituduh melakukan sesuatu, jadi dia segera berkumpul di bawah sofa pengantin.

Tidak butuh waktu lama bagi pengantin pria untuk masuk setelah pengantin di ruangan. Ada dialog antara pengantin di sofa.

Siapa pengantin wanita: Siapa DIK yang hangat?
Mempelai: Yo mesthi adalah milik mas

Mempelai dan Mempelai: Siapa yang suka pisang goreng hangat?
Pengantin pria: Yo mesthi iki duwekmu ke Dik. Nyoh …

Pengantin pria: Dompet ireng iku duweke sopo DIK?

Belum punya waktu pengantin wanita untuk menjawab pertanyaan suaminya, tiba-tiba ada suara keras dari bawah sofa
MUKIDI Shouts …. Dompet ireng (hitam) iku duwekku …. Saya ingin pergi dan ingin. Iku dompet saya …

Merasa terganggu, pengantin pria meneriaki si pencuri …. Maliiiiinggg
MUKIDI berlari keluar ruangan dan … (*)

21 KISAH MUKIDI LUCU

==============================

MUKIDI Dituduh Mencubit Istri Dokter dan Penjaga Apotek Tidak Menggunakan Bra Membuat Tertawa

Seorang dokter yang sering berkelahi dengan istrinya bingung … mengapa istrinya marah sekali … semua salah dalam marah, marah, apalagi dimarahi … marah …
Dokter cemburu melihat supir … Mukidi sangat harmonis dan akrab dengan istrinya,
Begitu dia mengaku di Mukidi …

Dokter: “In … kamu bergaul dengan baik dengan istrimu … itu tidak seperti aku … kamu lihat dirimu tidak ada hari yang tidak membuat kita berisik … apa rahasianya …? “.
Mukidi: “Kami hanya dokter biasa … hanya saja aku sering membuat kejutan kecil ……”
Dokter: “Apa itu kejutan kecil …?”
Mukidi: “Seakan tiba-tiba kita memukul pantatnya dari belakang … dengan tenang …”

Hari itu dokter tidak sengaja pergi lebih awal … sampai dia ternyata istrinya sedang memasak di dapur lagi …
Diam-diam, dokter memasuki dapur dan memukul pantat istrinya dari belakang …

Tanpa menoleh ke belakang, dokter berteriak: “Mukidiiiiiiiiiiiii … kamu nakal …” (*)

Baca juga: Ingat Kanibal Sumanto? Apakah Dia Memiliki Akun Twitter? Baca Cuit yang Membuat Kuduk Furry

==============================

OBAT MUKIDI OBAT DI KEDALAMAN PAPUA

Ada seorang anak Papua berusia 10 tahun, bernama Jacobus. Suatu hari, Jacobus berlari menemui Mr. MUKIDI, seorang guru sekolah menengah pedalaman di Papua.

Jacobus meminta Pak Mukidi merawat anjingnya yang sekarat. Pak MUKIDI tersenyum dan setuju.

Mereka berdua menuju ke rumah Jacobus.
Melihat anjing itu sekarat, Solo MUKIDI yang asli menancapkan telapak tangannya ke dahi anjing itu dan berkata dalam bahasa Jawa,

“Su, asu (njing, anjing), Nenek Kowe Arep sudah mati, yo mati-ò (kalau mau mati, mati saja)”.
“Nenek adalah urip, yo sane-ò (jika kamu ingin hidup, sembuhlah)”.

Jacobus yang tidak bisa berbahasa Jawa menganggap Pak MUKIDI menggunakan bahasa Latin.
Diam2 Jacobus menghafal kata-kata yang menurutnya mantra / doa.
Setelah itu, MUKIDI langsung pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, Jacobus berlari ke rumah, Pak Mukidi bermaksud melaporkan bahwa anjingnya telah pulih. Namun ternyata, Pak Mukidi sakit.

Jacobus terkejut, langsung menuju kamar Pak Mukidi dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Pak Mukidi. Selanjutnya Jacobus membaca mantra,
“Su, Asu, Nenek Kowe Arep sudah mati, yo mati. Nenek Arep urip, yo sane o.” Pak Mukidi kaget dan ?? tertawa segera sembuh. (*)

Baca juga: OWN! Dua Seniman Ini Terlihat Dengan Tisu Bekas

==============================

ISTRI MUKIDI NYIDAM KEPITING

Gara2 isterinya ngidam kepiting, Mukidi rela berangkat ke pasar untuk membelikannya.
Tanpa diduga, di angkot Mukidi ketemu mantan pacarnya saat masih SMP, akhirnya dia lupa tujuan semula dan menghabiskan waktu seharian dengan sang mantan.

Waktu sudah sore ketika dia ingat harus membeli kepiting. Bergegas dia pergi ke pasar lalu membeli 5 kg kepiting.

Untuk mengelabui sang istri. ..

Sesampe di halaman rumah segera kepiting2 itu dilepas ikatannya lalu disebarkan ke tanah.
Dengan sebatang tongkat, digiringnya kepiting2 itu sambil ber-teriak2,

“Ayo cepetan jalan, sebentar lagi sudah nyampe rumah …..”
Sang isteri yang mendengar teriakan Mukidi segera keluar rumah. Melihat ulah suaminya, dia malah tertawa ter-bahak2,

“Weleh …., weleh …. Mas Mukidiii…… bawa kepiting kok digiring kayak giring bebek aja, pantesan jam segini baru nyampe rumh?ah.

Mukidi : _Amaaaan !!! _

==============================

PENJAGA APOTEK TIDAK PAKAI BRA


Bosennn…….

Sule dan Andre pergi ke apotek.
“Lu aja yang masuk, gua nungguin di luar aja,” kata Sule.

“Ya udah, tapi jangan lu tinggalin gua ya,” jawab Andre.

“Iye, buruan sono, nanti keburu tutup.

Keluar dari apotek, Andre berbisik, “Sule, lu tau gak? Penjaga apoteknya gak pakai bra”

“Ah, serius lo?”

“Ya iyalah, masa ya iya dong. Salah sendri tadi ga ikutan masuk.”

“Wuih, tadi lu ajakin kenalan, gak?”

“Otomatis, donk. Foto bareng, malah.”

“Asyik bener lu ya? Namanya siapa?”

“Namanya Mukidi”

==================================

MUKIDI Belanja Sayur di Warung Janda Budeg

Suatu hari seorang atlet binaraga bernama MUKIDI belanja ke sebuah warung. Kebetulan si penjaga warung itu adalah seorang janda muda betubuh sexy, tapi menderita gangguan pendengaran dan sering telat mikir.

Mukidi : Ada telor, Mbak ?

Janda : Apa Kang ? Kurang jelas…

Mukidi : Telor, Mbak…

Janda : gimana, Kang ?

Tak mau bertele-tele, Mukidi pun langsung melipat lengan bajunya dan memperagakan otot tangannya yang menonjol bulat mirip telor…

Janda : Ooowh…. Telor….. Ada, Kang. Silakan. Mau beli apa lagi, Kang ?

Mukidi : Beli tahu deh sekalian…

Janda : Apa Kang…? Gak kedengeran.

Mukidi : Tahuuuu…, Mbak !

Janda : Gimana Kang ?

Mukidi lalu melepaskan kancing baju dan memperlihatkan otot perutnya yang membentuk six packs alias kotak-kotak mirip tahu Bandung.

Si Janda pun paham : Ooo… tahu… Ada. Sebentar ya Kang ? * sambil membungkus beberapa tahu * Lalu mau beli apa lagi, Kang ?

Mukidi: Saya ingin terong juga, Mbak. Kayaknya enak oseng2 tahu dicampur terong…

Janda : Apa Kang ?

Mukidi : Terroooong…!

Janda : Apaan, Kang. Kurang jelas…!

Dengan kesal Mukidi langsung membuka celana dan mempertontonkan isinya.

Si Janda pun tersenyum sambil bergumam : Ooowh… Cabe rawit… Bilang dong yang jelas…

Mukidi : jangkrikkkkkkkkk *nendang kursi *

==============================

Istri MUKIDI kena PHK

Istri MUKIDI pulang kerja agak cepat… MUKIDI heran & bertanya….:

Mukidi : Ma, tumben pulang lebih cepat….Semua oke..?

Istri : (sambil terisak) Mama di PHK…! mana gaji belum dibayar lagi..! Mama sedih, Pa..!

Mukidi : Apa…?? Kok bisa…? Tau gitu harusnya Mama ambil aja inventaris kantor untuk gantinya..!

lstri : Mana bisa, khan ada CCTV…Kalo ketauan malah jadi urusan…

Mukidi : Hhmm..,Kalo gitu kita tuntut saja pake pengacara, bagaimna..?

lstri : Mending kalo MENANG…, kalo KALAH….?

Mukidi : Iya juga, ya….

lstri : Tapi tenang saja Pa…
Mama sudah sandera anaknya sebagai jaminan biar si Boss mau bayar…!!

Mukidi : Wuiidih… Cerdas…Berani juga Mama… Jadi, sekarang dimana anaknya…?

lstri : Ini dalam perut Mama…!!!
??
Mukidi :

” H A A A H “” saat ini Mukidi kalah … Wkwkwk?

==============================

MUKIDI Ketemu Nenek di Bus

Seorang Nenek berkaca mata tebal naik Bus jurusan Jogja~Solo.
Tak lama dtg Kondektur menagih ongkos bis yg Rp.15.000

“Maaf ongkosnya Nek”

Si Nenek dgn “slow motion” membuka retsleting tasnya yg diletakkan di sebelahnya. Karena matanya yg sdh rabun si Nenek blm menemukan uangnya.

“Ntar ya mas blm ketemu nih” kata si Nenek.

Kondektur dgn sabar melanjutkan ke penumpang yg lain.

Tak lama kemudian si kondektur balik lg ke si Nenek.
“Sdh ada Nek ongkos nya?” Tanya kondektur.

Si Nenek yg pelupa dan rabun kembali membuka retsleting dan men-cari2 lembaran uang nya.

“Waduh maaf mas blm ketemu, sabar ya pasti saya bayar koq”.

Kejadian tsb terulang beberapa kali selama perjalanan. Akhirnya seorang pemuda namanya MUKIDI yang duduk persis di sebelah tas si Nenek berkata:

“Maaf ya Nek saya bayarin aja ya”.
Tanpa menunggu jawaban si Nenek, Mukidi memberikan 3 lembar uang 5 ribuan ke kondektur.

Si kondektur terharu dan bangga terhadap Mukidi lalu berkata:
“Alangkah mulia dan baik hatimu anak muda”

Demikian juga si Nenek dgn haru dan suara bergetar berkata:
“Aduh nak kamu baik sekali, terima kasih ya!!”
Mukidi :”Gak papa Nek, daripada gara-gara uang 15 ribu retsleting celana saya bolak-balik dibuka-tutup dan di-aduk2 mending saya bayarin deh…
Lama-lama ngiluuuu juga.. (wkwkwkwk)

========================

MUKIDI PEROKOK BERAT

Cerita ini bermula saat Ada seorang “perokok alias Mukidi” dan seorang “bukan perokok” duduk bersebelahan di dalam bus.
Mukidi mengeluarkan sebungkus rokok dari kantung celananya bermaksud untuk menawarkan kepada orang sebelahnya,

Mukidi : Mau rokok mas?

Bukan Perokok : oooh tidak, terimakasih.

Si “bukan perokok” penasaran dan bermaksud ingin memberi arahan kepada Mukidi supaya tidak merokok, lantas mulailah si “bukan perokok” mengawali pembicaraan.

Bukan Perokok : Sehari habis berapa batang rokok mas?

Mukidi : Biasanya sih 2 bungkus.

Bukan Perokok : sebungkus harganya berapa mas?

Mukidi : 10.000

Bukan Perokok : Mas udah berapa taun ngerokok?

Mukidi : 20 taon

Bukan Perokok : Begini saya kasih gambaran, 1 bungkus harganya 10 rebu, satu hari mas habis 2 bungkus, jadi 20.000. kalo satu bulan jadi 20.000 x 30 = 600.000. jadii kalo satu taon berarti 600.000 x 12 = 7.200.000, kalo anda udah 20 taun ngerokok berarti 7.200.000 x 20 = 144.000.000, wahh… seharusnya kalo mas gak merokok bisa beli mobil tuh!

Mukidi : saya juga kasih gambaran mas ya

Bukan Perokok : silahkan…

Mukidi : anda perokok atau tidak?

Bukan Perokok : tidak

Mukidi : LAH? NAPE LO NAIK BUS? MOBIL LO MANA???
Tambah lagi
Mukidi : Ente tidak merokok kok ya tidak bisa beli mobil…


Mukidi di lawan”

==============================

MARKONAH ISTRI MUKIDI MASIH PERAWAN

Istri MUKIDI bernama MARKONAH. Dia pergi ke dokter kandungan utk periksa.

Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan :

Markonah: “Hati-hati periksanya ya Dok, saya masih perawan lho…”

Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”

Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten……!!”
Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan….?”

Markonah: “Betul Dok, cuma dia Gay, jadi saya tidak pernah di-apa2in sama dia…”

Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan….?”

Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”

Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”

Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya….. Jadi cuma di contreng aja.. gak di coblos……!!!

==============================

MUKIDI NAIK BUS KE SUROBOYO

Mukidi(10 th) cah Jogya (?) arep lungo, diterke simbokne nyegat bis.
Kernet bis: “Suroboyo, Suroboyo, bu?”.
Simboke Mukidi “Pak tulung nggih, mengke nek pun tekan Jombang, lare niki dikandani.
Kernet: “nggih bu, tariiiikkk”.
Nang terminal Solo Mukidi takon kernet bis, “Wis cedhak Jombang durung Lik?”.
Kernet: “Durung lee … jik suwe”.

Ora let suwe tekan Sragen, Mukidi takon maneh, “Wis tekan Jombang Lik?”.
Kernet: “Durung Lee ….. jik uuuaduuooohh”.
Mukidi bosen ora tekan-tekan. Akhire keturon. Bis terus mlaku arah Suroboyo. Ora kroso bis wis ngliwati Jombang. Kenek lali pesenane mboke Mukidi. Bareng kelingan, kernet langsung omong nang sopir, “Duuh kang, aku dosa nang bocah kui, karo nuding Mukidi sing lagi turu nggleser.

Sopir, “Lho kenopo, to?”.
Kernet, “Mau mboke nitipke, yen tekan Jombang bocahe tulung kandanono”.
Sopir, “Wah, lha piye kowe kui. Jombang wes kliwat adoh”, Jawab sopire, bingung.

Tujune sopire apikan, gelem balik nang Jombang. Sak wise njaluk persetujuan karo penumpang liyane, mergo mesakke karo si Dul. Sak wise bis tekan Jombang, Mukidi digugah.
Kernet, “Lee …tangi lee. Wes tekan Jombang, ki”, karo nggoyang goyang awakke

Mukidi njenggirat, “Wes tekan Jombang lik?”, Karo grusa grusu4 mbukak kantong, ngetokke sangune; sego sambel, lawuhe iwak asin.

Kernet takon, “Arep mudhun kene lee..?””Ora Lik….. wong aku arep nang Suroboyo. Mau simbokku pesen, sangune mengko dipangan nek wis tekan Jombang wae yo lee”, jawab Mukidi karo muluk sego.
Kernet, sopir, lan kabeh penumpang muni bareng: “WEDHUUUSS tenan cah iki. tiwase mbaliiik!

==============================

MUKIDI NGICIPI TELEK PITIK

Ono klinik ditulisi, sopo ae sing berobat gak waras, duwite dibalekno sampek 5 kali lipat.

Saben dino klinik iku rame terus gara2 slogane menjanjikan, tapi yo ngono, saben berobat nang kono, pasienne mesti waras, durung tau ono pasien sing komplain, gara2 gak waras.

Weruh ngono Mukidi iseng2 pingin berobat mrono, pengin ngetes ben klinike gak iso nangani, terus duwite iso mbalik 5 kali lipat.

Deweke ngarang penyakit sing kiro2 aneh, sing wong durung tau krungu.

Mukidi : “dok, aku iki kok duwe penyakit aneh yo?”

Dokter : “Penyakit opo cak?”

Mukidi : “Iki loh bib, aku ben mangan, cangkemku kok gak kroso opo2. Pedes, asin, legi, gak kroso blas”

Dokter : “Owalah, iki ngono penyakit gampang diwarasno. Mei Lin, tulung jupukno obat nomer 7”

Dokter : “Iki cak, obate sampeyan ombe saiki. Ono perubahan opo gak?”

Mukidi pura2 gak kroso opo2, ben duwit’e iso mbalik…..,

Bareng diombe, Mukidi langsung misuh2….. keceplosan :
“Jangkriiikkkkk…, iki ngono dudu obat dok, tapi telek pitik??”

Dr : “Wah, berarti kon wis waras, cangkemmu wis iso ngrasakno telek pitik barang”

Akhire Mukidi mulih ambek ngroweng gak mari2.

Minggu ngarepe, Mukidi iseng2 meneh, pingin berobat nang klinik maneh.

Mukidi: “dok, aku duwe penyakit aneh”

Dr : “Opo iku?”

Mukidi : “Ngene dok. Aku akhir2 iki kok gampang lalian. Jek tas 5 menit ngomong, wis lali sing diomongno”

Dr : “Walah…gampang iku.”

Mukidi merinding gak karuan.

Dr : “Mei Lin, tulung jupukno obat nomer 7”

Mukidi : “dok ojok guyon, aku emoh nek obat nomer 7”

Dr : “Loh opo’o?”

Mukidi (spontan) : “Iku dudu obat, tapi telek pitik”

Dr : “Lah iku kon eling, Berarti penyakitmu wis waras!!!”

Mukidi : “Wis dok, gak sudi aku……., gak katene berobat meneh.
Mosok saben nang kene disuguhi telek pitik !!”.
Diaaannggggkriiikkkk

===================================================

INGIN MASUK TENTARA

Bu Guru bertanya: “Anak- anak… Siapa yg mau masuk surga..?”
Serempak Anak-anak menjawab “Sayaaaa..!”
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..

Bu Guru bertanya lagi: “Siapa yang mau masuk neraka..??”
Anak-anak: “Tidak mauuuu….!!!”
Mukidi tetap diam saja.

Bu guru mendekat: “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka…?
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru…”

Bu Guru: “Kenapa..?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, _Mukidi… Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA…

===================================================

MUKIDI DITAHAN KARENA KECELAKAAN

Polisi: “Ya’ opo critané sampèk koen nabrak uwong 20 iku?”
Mukidi: “Aku nyetir mobil kecepatan 90 km/jam.
Pas nang pertelon moro2 rèm-é blong. Nèk ngiwo onok wong lanang loro, lha nèk nengen onok pésta kawinan.
Cobak nèk Bapak, pilih nabrak sing endi?”
Polisi: “Yo mesti ngiwo, korbané luwih thithik.”
Mukidi: “Persis..!! Aku yo mikir ngono Pak !”

Polisi: “Trus la’opo wong2 sing nang pésta kawinan sing malah kowe tabrak?!”
Mukidi: “Lhaaa, niku masalahé. Aku wis milih wong lanang loro sing nang kiwo,….eh dèk-é mlayu nyabrang moro nang pésta kawinan…dadi aku yo mbanting stir nengen, nguber wong loro mau Pak…!”
Polisi: “Guoobluooogg. . . . !
Mukidi: ”'”Enggih leres!! pancen wong lanang loro mau guooblooogkk, Pak Polisi…

===================================================

SALAH PESAN AYAM

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

“Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana”, kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

“AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu…!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!”

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, “Silahkan! siapa takut?”

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya…

Hahahaha…
Hidup Lik Mukidi !!!

===================================================

TOLAK BERTANGGUNG JAWAB

Mukidi punya kebiasaan jelek, yaitu suka ngintip orang yg sedang pacaran. Tempat favoritnya utk mengintip adalah di atas pohon,
dmn di bawahnya sering digunakan utk pacaran.

Seperti biasanya, malam itu, Mukidi udah stand by di atas pohon untuk mengintip. Dan benar aja, tak berapa lama, datang pasangan Kipot dan Nora.

Karena dianggap sepi dan aman Kipot dan Nora akhirnya ihuk-ihuk.

Mukidi benar2 menikmatinya
setelah selesai mrk bercakap2 :

Nora : koh..aku takut hamil

Kipot : gak mungkin hamil, kan baru sekali ini…

Nora : tapi kata temenku bisa koh, gimana dong

Kipot : kalo bener hamil, yach..kita serahkan aja sama yang DI ATAS

Tiba2 Mukidi turun dari pohon dan marah2
” ENAK AJA LU, GUA CUMA NONTON, LU MINTA GUA TANGGUNG JAWAB, GAK BISAA..!!!! “

Loading...