Viral

Diluar Akal sehat, Trend baru ABG Minum Rebusan Pembalut Bersayap

133

Tren gila kini menjangkiti sejumlah remaja di Jawa Tengah, kebanyakan mereka berperilaku menyimpang karena gemar merebus dan mengkonsumsi air rebusan pembalut.

Kabarnya, efek dirasakan para remaja ini sama dengan saat mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Menurut Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, pihaknya sudah menemukan kasus serupa di sejumlah daerah,

rata-rata mengalami penyelewang ini adalah remaja mendiami wilayah pinggiran seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

Tak cuma itu saja, kebanyakan remaja mengkonsumsi rebusan pembalut ini berusia di kisaran 13 – 16 tahun.

Saat dilakukan penangkapan, alasan utama mereka utarakan adalah keterbatasan ekonomi, karena tak mampu membeli sabu harganya bisa ratusan hingga jutaan rupiah per gramnya.

Dua buah pembalut berhasil diamankan

Mereka awalnya menggunakan pembalut bekas pakai ditemukan di sampah, dan karena tergolong menjijikkan.

Mereka kemudian beralih ke pembalut baru dengan pertimbangan lebih nikmat dan higenis.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata membuat rasa ketagihan itu terletak pada gel berfungsi menyerap darah haid tersebut, rata-rata para remaja bilang itu bikin fly.

Sementara itu menurut psikolog, Indra Dwi Purnomo, fenomena mengkonsumsi pembalut rebus sebenarnya sudah lama ada.

Cuma rata-rata pelakunya hanya ingin mengejar kesenangan namun karena tidak memiliki materi, jadi pelaku membuaskan hasratnya dengan mengkonsumsi air hasil rebusan pembalut tersebut.

Salah seorang remaja ditangkap karena mengkonsumsi pembalut rebus
Tiga orang remaja ditangkap karena mengkonsumsi pembalut rebus

Sedangkan menurut Soegijapranata, dosen Psikologi Unika Semarang, menjelaskan kalau mengkonsumsi air hasil rebusan pembalut sebenarnya sangat berbahaya.

Dalam kegiatan penyuluhan bekerja sama dengan BNNP Jateng, efek ditimbulkan dari air rebusan pembalut ini bisa menyebabkan hilangnya konsentrasi dan kesadaran.

Hingga berita ini dimuat, belum diketahui pasti berapa remaja jadi korban dari aktivitas menyimpang ini.

Tapi pasti, mengkonsumsi benda-benda bukan peruntukkannya tentu sangat berbahaya, tak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.

Loading...