Cara Imam Syafi’i Hormat Kepada Gurunya

Kisah islamiah memang teladan yang baik untuk semua umur. Kali ini ada sebuah kisah singkat bagaimana seorang Imam Syafi’i begitu dalamnya memiliki rasa hormat kepada gurunya.

Imam Syafi’i ini nama sebenarnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi merupakan pendiri madzhab Syafi’i.

Dikisahkan, ketika itu Imam Syafi’i sedang mengajar santri-santrinya di kelas. Namun tiba-tiba saja beliau dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang berpakaian lusuh, kumal dan kotor.


Seketika itu juga, Imam Syafi’i mendekati dan kemudian memeluknya.

Para sanrti kaget bukan kepalang, rasa heran melihat pemandangan tersebut, dimana gurunya telah memeluk orang berpakaian kumal serta lusuh tersebut.

Salah seorang santri Imam Syafi’i bertanya,
“Siapakah dia wahai guru, sampai engkau memeluknya erat-erat. Padahal ia kumuh, kotor serta menjijikkan?”


Imam Syafi’i menjawab,
“Beliau adalah guruku. Ia telah mengajariku tentang perbedaan antara anjing yang cukup umur dengan anjing yang kecil. Pengetahuan itulah yang membuatku bisa menulis buku fiqih ini.”

Sungguh mulia akhlak Imam Syafi’i tersebut. Beliau sangat menghormati semua guru-gurunya, meskipun gurunya tersebut berasal dari kalangan rakyat biasa.

Subhanallah…

Dialog Malaikat dan Pengusaha

Assalamu’alaikum wr.wb.
Pada kesempatan malam ini, blog kisah teladan islami akan mengambil tema tentang dialog, dan kali ini adalah dialog antara Malaikat dan seorang pengusaha.
Bagaimana dialog serta kisahnya bisa di simak di bawah ini.

Malaikat Maut

Kisahnya.
Ada seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan,

“Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia.”
“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang …” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya, dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.”

Dengan lembut si Malaikat berkata,
“aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.”

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Malaikat berkata,
“Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua, itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu.”


Istri Pengusaha Berdoa.
Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 dini hari,
“Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik. Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat. Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang.

Dengan setengah bergumam dia bertanya,
“Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat,
“Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah.”

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
“Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu. Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.”

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

“Bukankah itu Panti Asuhan?” kata si pengusaha pelan.
“Benar, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.”


“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.”

Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Mari sahabatku, mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah kita meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut.

Akhirnya, admin mengucapkan selamat menyambut tahun baru 2013, isilah malam tahun baru ini dengan kebaikan sahabatku.
Semoga bermanfaat.

Contoh Kisah Sifat Amanah Dalam Jual Beli

Amanah artinya adalah dapat dipercaya. Amanah itu juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah SWT.

Amanah ini sangat berkaitan dengan tanggungjawab. Dan biasanya orang yang menjaga amanah adalah orang yang bertanggungjawab, dan begitu pula sebaliknya.

Di bawah ini ada suatu kisah yang mengingatkan kepada kita akan pentingnya menunaikan amanah. Kisah teladan ini ditulis oleh Muhammad Sa’id Mursi dan Qasim Abdullah Ibrahim dalam kisah teladan tokoh besar.

Kisahnya.

Pada zaman dahulu ada orang yang bernama Muhammad Ibnu al-Munkadir yang memiliki toko busana berbagai jenis gaun yang harganya mahal, mulai dari yang lima dirham hingga sepuluh dirham.

Nah, suatu ketika, Muhammad Ibnu al-Munkadir pulang ke rumah. Toko dijaga oleh pelayannya. Saat ada konsumen toko yang mau membeli gaun yang sebenarnya harganya lima dirham, pelayan itu malah menjualnya dengan harga sepuluh dirham.

Ketika hal tersebut diketahui oleh Muhammad Ibnu al-Munkadir, ia segera mencari si pembeli sampai waktu yang lumayan lama. Ketika sudah bertemu, Muhammad Ibnu al-Munkadir berkata,
“Pelayanku telah salah jual. Ia telah menjual baju kepada Anda seharga sepuluh dirham, padahal harganya cuma lima dirham.”

Si pembeli berkata,
“Tidak apa-apa Tuan, saya ikhlas kok.”

Muhammad Ibnu al-Munkadir menjawabnya,
“Ya, Anda rela. Akan tetapi aku tidak rela sampai kita sama-sama rela. Anda pilih salah satu dari tiga usulan. Anda ambil baju yang senilai sepuluh dirham, atau kembalikan uang yang lima dirham itu atau Anda kembalikan baju kami dan Anda akan menerima dirham milik Anda.”


Lelaki itu menimpali,
“Kembalikan kembalian lima dirham milikku saja.”

Muhammad Ibnu al-Munkadir segera memberikan lima dirham milik lelaki itu kemudian segera pulang. Si pembeli itu bertanya-tanya dalam hati,
“Siapakah orang tadi ya?”

Setelah bertanya ke orang-orang…
“Ia adalah Muhammad Ibnu al-Munkadir.”


Lelaki pembeli itu kemudian berkata,
“Laa ilaaha illallah….orang inilah yang kami cari-cari di padang sahara sana bila kami kelaparan.”

Subhanallah….
Masih adakah orang seperti beliau di zaman serba modern ini…?
Wallahu A’lam…

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala kambing keluar kata-kata yang membuat sang Khalifah lemas.

Begini kisahnya.

Pada suatu pagi yang cerah, Abdullah bin Dinar berjalan bersama khalifah Umar bin Khattab dari Madinah menuju Mekkah. Dan di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan anak gembala.


Rupanya, sang Khalifah ingin menguji si gembala tersebut.

“Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu, “ujar khalifah.
“Aku hanya seeorang budak, “jawab si gembala.
“Kambingmu itu amat banyak, apakah majikanmu tahu?” kata khalifah membujuk.
“Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya, dan tidak tahu berapa yang lahir dan yang mati. Tidak pernah memeriksa dan menghitungnya, “kata anak gembala.

Khalifah terus membujuk, “kalau begitu meski hilang satu, majikanmu takkan tahu. Atau katakan saja pada tuanmu kalau anak kambing dimakan serigala.”
“Ini uangnya, ambil saja untukmu untuk membeli baju dan roti, “kata khalifah yang terus membujuk.

Di luar dugaan, anak gembala ini tetap saja tak bergeming dan mengabaikan uang yang disodorkan.

Si gembala terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Kemudian dari mulutnya keluar kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar.


“Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu dimanan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa pasti Allah mengetahui siapa yang berdusta? “kata anak gembala.

Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu.

Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggungjawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari.
.
Singkat cerita, akhirnya khalifah memerdekan budak mulia tersebut

Ada Manusia Kebal Api Selain Nabi Ibrahim as

Bukan main manusia yang satu ini. Karena kesungguhan hatinya untuk mengikuti dakwah Rasulullah SAW, beliau memberanikan diri untuk menjadi mualaf.

Tentu saja hal tersebut membuat anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya menjadi marah karena pada saat itu, orang yang menganut islam masihlah sangat sedikit.

Akhirnya beliau mendapatkan siksaan dari kaum kafir Quraisy. Namun beliau tetap memegang teguh keimanannya kepada Allah SWT sehingga beliau mendapatkan karomah.

Ketika hukuman dilaksanakan dengan memasukkan tubuh mualaf ini, semua orang melongo seakan tak percaya. Mereka berguman bukankah hanya Nabi Ibrahim as yang diberikan mukjizat seperti itu.

Kisah ini diceritakan oleh Ibnu Wahab dari Ibnu Lahi’ah dalam kitab Al Shahabat.

Adalah Dzu’aib bin Kilab yang mendapatkan karomah hebat tersebut.

Meskipun digertak oleh pemimpin Quraisy agar meninggalkan Islam, namun beliau menolaknya mentah-mentah.

“Apakah kamu tidak takut kalau tubuhmu dilempar ke bara api itu?” gertak pemimpin Quraisy.

Namun dengan keberanian yang sangat luar biasa, Dzu’aib justru tersenyum dan meminta izin untuk berdoa terlebih dahulu kepada Allah SWT.


Dialog tawar menawar tersebut akhirnya menjadi buntu, dan akhirnya tubuh Dzu’aib dilempar ke bara api yang menyala.

Namun apa yang terjadi….

Semua mata terbelalak seperti layaknya Nabi Ibrahim as, tubuh Dzu’aib kebal terhadap api. Seolah dingin saja di tengah kobaran api. Tubuhnya tak terbakar sedikit pun.

Subhanallah….

Jibril Membantu Malaikat Lainnya

Kisah islami teladan hadir kembali, kali ini dengan kisah malaikat. Malaikat Jibril terkenal akan kearifannya kepada sesama malaikat Allah SWT.

Dan pada suatu kesempatan, Jibril mendapati sesama teman malaikat, sayapnya lunglai karena patah. Setelahn ditanyakan penyebabnya, ternyata pernyebabnya karena malaikat tersebut tidak berdiri ketika Nabi Muhammad SAW berkunjung ke langit.

Malaikat yang tidak berdiri dan membaca shalawat Nabi, maka tiba-tiba saja, sayapnya tidak bisa digerakkan lagi alias lunglai.

Kejadiannya pad waktu isra mikraj. Setelah mendapatkan penjelasan dan menangkap penjelasan tersebut, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan.

Jibril merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Akhirnya doa Jibril dikabulkan Allah SWT.


Allah SWT berfirman,
“Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad.”

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikan hal tersebut kepada malaikat yang sedang malang tadi, agar membaca shalawat pada Rasulullah SAW.

Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Pada akhirnya Allah SWT memberikan ampunan ke malaikat malang tersebut.

Kemudian Allah SWT menumbuhkan kembali sayap malaikat malang tadi dengan sekejap mata. Bukan itu saja, malaikat tersebut diangkat kembali menjadi penghuni di atas singgasana Allah SWT.

Sungguh betapa mulianya Nabi Muhammad SAW ini. Bukan hanya manusia saja, tapi malaikat yang tidak menghormatinya pasti akan diberikan azab yang menyiksa.

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnyalah kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Dialog Allah SWT dan Malaikat Izrail

Semua yang bernyawa akan merasakan mati. Setiap yang hidup pasti akan mati. Begitu juga dengan manusia. Kapankah? Itu semua adalah urusan Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui.

Dalam kitab Tadzkirah karya agung Imam Al Qurthubi, dijelaskan bahwa ajal adalah rahasia Allah SWT. Namun begitu hal ini malah membuat malaikat maut menjadi menangis, dan terkadang malah tertawa.

Malaikat Izrail pernah menangis dan tertawa ketika mencabut nyawa manusia ini. Maka dari itu, Allah SWT mencoba berdialog dengan malaikat Izrail ini.

Allah SWT bertanya kepada Malaikat Izrail,
“Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”
“Aku pernah tertawa, prnah juga menangis dan pernah juga terkejut dan kaget.”

Allah SWT bertanya,
“Apa yang membuatmu tertawa?”
“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun.”
“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya,” tutur Malaikat Izrail.


Allah SWT bertanya lagi,
“Apa yang membuatmu menangis?”
“Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir. Lantas kucabut nyawanya sambil menangis karena mendengar tangisan bayi yang malang tersebut.”

Allah SWT bertanya,
“Apa yang membuatmu kaget dan terkejut?”
“Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya yang terang benderang keluar dari kamarnya.”
“Setiap kali aku mendakitnya, cahaya itu semakin menyilaukan seolah-olah ingin mengusirku. Kemudian kucabut nyawanya disertai cahaya terang benderang tersebut,” jelas malaikat selanjutnya.

Manusia yang Disukai dan Dibenci Iblis

Ibli selalu saja menggoda manusia sampai hari kiamat. Dan hal tersebut sudah menjadi janji Iblis, serta pengikut-pengikutnya.

Sebenarnya posting ini sudah pernah saya singgung di artikel yang berjudul “Curhat Iblis kepada Nabi Yahya“.

Misal saja jin yang bernama Tuyul. Mereka terang-terangan membeberkan jati dirinya hingga bagaimana mereka menzalimi manusia. Meskipun yang tuannya sudah meninggal, namun tetap saja anak cucunya ikut merasakan akibat dari kezaliman ini.

Bisa disimak di berbagai media tentang artikel yang satu ini. Iblis dan bala tentaranya pasti akan sekuat tenaga menyesatkan meskipun berdalih pura-pura baik. Sebenarnya siapa saja yang paling disukai Iblis dan siapa yang paling dibencinya.

Dalam suatu riwayat yang diceritakan dalam kitab Aakamul Marjan juga dijelaskan melalui Ibn Abi Dunya dengan sanadnya dari Abdillah bin Khuaibiq.

Ketika iblis bertemu dengan Nabi Yahya a.s, Nabi Yahya berkata,
“Hai iblis, kabarkanlah kepadaku manusia yang paling kamu senangi dan yang paling kamu benci.”
Iblis tidak dapat melarikan diri dari pertanyaan itu, hingga dijawabnya dengan jujur.


“Manusia yang paling aku senangi adalah seorang mukmin yang bakhil dan manusia yang paling aku benci adalah mereka yang dermawan,” jawab iblis.

“Kenapa begitu, katakanlah wahai iblis,” ujar Nabi Yahya a.s.
“karena orang yang bakhil itu, bakhilnya mencukupi kepadaku (menyesatkan manusia), dan orang yang dermawan itu, aku khawatir Allah memperlihatkan kedermawanannya lantas menerimanya,” jawab iblis.

“Andai bukan karena engkau Wahai nabi Yahya kekasih Allah, aku tidak akan mengabarkannya,” ujar iblis lebih lanjut.

Setelah itu, iblis pergi dari hadapan Nabi Yahya a.s. Itulah orang yang sangat dibenci oleh Iblis serta orang yang sangat disukainya.

Godaan Iblis Ketika Manusia Tidur

Manusia harus tidur agar bisa beribadah kepada Allah SWT. Selain tidur, manusia juga harus makan dan minum agar tubuh kuat menggerakkan kakinya untuk menuju ke rumah Allah.

Ketahuilah bahwa Iblis itu paling suka dengan teramat sangat dengan manusia yang suka memperpanjang tidurnya. Kenapa? Ya karena memang misi sejati Iblis adalah untuk menyesatkan manusia.

Apa saja yang dilakukan iblis ketika manusi tidur?

Berikut Kisahnya

Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari mengethahui ada seorang pemuda yang gemar sekali tidur.

Pemuda ini selalu saja memperbanyak tidurnya sehingga ia banyak meninggalkan ibadah kepada Allah SWT. Diamatinya penuda tersebut, dan benar, ternyata dia tidur sepanjang malam hingga subuh, tidak shalat malam lagi.

Rasulullah SAW kemudian memberi nasehat kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya pemuda itu telah dikencingi setan di kedua telinganya.”

Tiga Ikatan di Kepala

Dalam riwayat lainnya, juga diceritakan bahwa setan selalu memberikan tiga ikatan di kepala orang yang sedang tidur. Ketiga ikatan tersebut fungsinya adalah agar orang yang sedang tidur menjadi terlelap sehingga banyak meninggalkan ibadah.

Jika orang tersebut bangun, kemudia mengingat Allah SWT, maka lepaslah satu ikatan. Dan jika ia bangkit dan mengambil air wudhu, maka lepaslah satu ikatan yang kedua.

Jika orang tersebut berdiri dan melakukan shalat, maka lepaslah semua ikatan yang ada di kepalanya. Dan pada pagi harinya ia akan terlihat giat serta berseri-seri.

Namun jika ketiga ikatan tersebut tidak terlepas, maka pada pagi harinya ia akan terlihat kusut dan bermalas-malasan.

Sungguh Iblis sangat serius melelapkan setiap manusia dalam tidur yang panjang. Bahkan iblis memiliki anak buah khusus untuk menjalankan misi yang satu ini.

Anak buah iblis yang khusus untuk melelapkan tidurnya manusia tersebut bernama setan Haz. Setan Haz mengepalai tugas ini dan dibantu oleh anak buahnya.

Tiap malam setan Haz bekerja tak pernah lelah dengan mengelilingi dunia dari barat hingga ke timur demi mendatangi setiap orang yang tidur sembari membisikkan rayuan maut.

“Tenanglah…tenanglah…malam masih panjang, tidurlah lagi…, “kata setan Haz.

Membentengi Diri

Tapi jangan khawatir, karena agama Islam telah memberitahukan kepada umatnya. Islam memiliki cara dan trik khusus agar terhindar dari godaan setan ketika tidur.

1. Yang pertama adalah dengan berwudhu sebelum tidur.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Maraqiy Al Ubudiyyah disebutkan bahwa barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka ia akan ditunggui malaikat di atas kepalanya.

Apabila ia terbangun dari tidurnya, malaikat itu akan berdoa agar Allah SWT memberikan ampunan kepada hambaNya yang tidur dalam keadaan suci tersebut.

2. Kedua, jangan lupa membaca doa sebelum tidur.

Karena barangsiapa yang membaca doa sebelum tidur, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Bacalah,

“La hawla wala quwwata illa billah al ‘aliyyil ‘adzim, wa shallallahu ‘alamuhammadin wa alihi”

Sebab dalam tafsir Al Mansub Ilayh dikisahkan,barangsiap yang berlindung kepada Allah SWT dengan membaca kalimat tersebut, maka para setan akan lari dan melapor kepada Iblis.


Iblis pun kebingungan dalam menggodanya. Ketika Iblis berani mencoba orang yang membaca kalimat tersebut, maka segera saja Allah SWT memerintah malaikat-malaikatnya dalam jumlah ribuan untuk menghadang dan menghalang Iblis.

Para malaikat Allah tersebut dilengkapi dengan senjata super lengkap seperti kuda api, pedang panah dan sebagainya. Semuanya senjata tersebut berasal dari api untuk memerangi Iblis.

Luka Iblis Kapan Bisa Sembuh

Karena dihajar bala tentara malaikat, tak pelak, iblis kalah telak. Para setan ditangkap dan Iblis ditinggalkan dengan penuh luka di sekujur tubuhnya.

Ketahuilah bahwa luka iblis ini akan selalu menetap, kecuali orang yang membaca kalimat di atas melakukan maksiat. Setelah orang tidur tadi melakukan maksiat, maka luka iblis akan berangsur sembuh.

Ketika orang tersebut melakukan maksiat sekali saja, maka tentara iblis berbondong-bondong menggoda agar tetap melakukan maksiat sambil menaiki punggung orang teresebut.

Jika iblis atau setan berhasil menjerumuskan manusia untuk berbuat dosa, maka mereka akan lari sambil tertawa riang penuh kemenangan. Nauzubillah….

Hafiz Al Qur’an Tapi Mati Su’ul Khatimah

Kembali lagi dengan kisah kematian hanya di Kisah Teladan Islami. Bagaimana bisa ya seorang yang telah hafiz Al Qur’an namun meninggal dalam keadaan tidak baik.

Kisah ini sudah ada sejak zaman dahulu, yang memang oleh Allah SWT agar dijadikan renungan dan pembelajaran umat manusia di muka bumi ini.

Pada masa tabi’in dahulu, ada seseorang yang gagah berani menjadi mujahid dalam perang melaewan Romawi. Dia disebut-sebut sebagai seorang yang memiliki hafalan Al Qur’an bagus.

Siapakah dia?
Dia bernama Abdah bin Abdurrahim.

Kenapa bisa sampai terjadi hal yang buruk pada pemuda ini. Dia meninggal dunia dengan tidak membawa iman islamnya seperes pun. Berikut kisahnya.

Petaka ini terjadi bermula dari saat ia menjadi tentara, dimana ia dan tentara lainnya sedang mengepung kampung romawi. Ketika itu, mata Abdah tertuju kepada seorang wanita Romawi yang ada di dalam benteng.

Kecantikan dan pesona wanita berambut pirang itu begitu dahsyat hingga meluluhkan hatinya. Tanpa buang waktu lagi, Abdah segera menulis surat cinta ditujukan kepada wanita tersebut.

Isi suratnya adalah sebagai berikut,
“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai kepangkuanmu?” begitu sebagian kalimat yang tertulis.
“Kakanda, masuklah agama Nasrani, lalu kamu naiklah menemuiku, maka aku jadi milikmu,” tulis wanita cantik itu.

Karena setan dan nafsu yang lebih kuat, seakan sudah tak terbendung lagi yang masuk memenuhi relung hati Abdah, hingga ia lupa diri, imannya dia tinggalkan dan naik menemui wanita itu.

Hatinya telah benar-benar mati dari cahaya Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 7,
“Allah telah mengunci mati hati dan pendegaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”

Astaghfirullah….
Ternyata pesona dari wanita tersebut telah mengubur keimanan Abdah. Demi bisa memiliki tubuh cantik itu, ia rela meninggalkan yang sudah benar yaitu Islam.

Sudah sepatutnya sebagai sesama umat Islam saling mengingatkan. Begitu juga kawan-kawannya sesama tentara. Mereka mengingatkan agar tidak keluar dari Islam.

Beberapa kawan dekatnya mencoba untuk membujuknya agar segera bertobat. Mereka menemui Abdah dan berkata,
“Di manakah Al Qur’anmu yang dulu? Apa yang telah dikerjakan oleh ilmumu terhadapmu? Apakag yang dikerjakan puasamu terhadapmu? Apa yang dikerjakan jihadmu terhadapmu? Dan apa yang telah diperbuat salatmu terhadapmu?”


Astaghfirullah…
Allah SWT benar-benar meengunci mati hatinya. Dengan congkak ia mengatakan,
“Aku telah lupa semua isi Al Qur’an, kecuali hanya dua ayat saja.”

Lalu Abdah membaca dua ayat Al Qur’an tersebut yaitu Surat Al Hijr ayat 2 samapi 3. Seolah-olah ayat ini adalah hujah, kutukan sekaligus peringatan Allah SWT yang terakhir kalinya. Namun hal tersebut tidak digubrisnya sama sekali.

Dalam kehidupan ini, seolah bisa bahagia dengan harta berlimpah serta bersama keturunan Nasrani. Akhirnya Abdah meninggal pada tahun 278 Hijriyah.

Celakanya lagi, saat nyawanya dicabut Malaikat Izrail, Abdah belum mau bertobat dan berakhir dengan Su’ul Khatimah (akhir hidup yang jelek).

Semoga kita dilindungi dari hal yang demikian dan dimatikan dalam keadaan yang baik atau Khusnul Khatimah. Amiiin…