2 Rahasia Strategi Iblis Menyesatkan Manusia serta Alasannya

Kejadian ini diungkapkan oleh Iblis pada zamannya Nabu Nuh as. Nabi Nuh as adalah salah satu Nabi yang dianugerahi usia yang panjang. Sepanjang hidupnya, ia telah melihat banyak karakter manusia.

Salah satunya adalah golongan manusia yang kerap ingkar kepada Allah SWT. Nabi Nuh as sangat prihatin dengan akhlak manusia yang buruk seperti itu. Karenanya, ia memohon kepada Allah SWT agar ditimpakan bencana kepada mereka. Dan Allah SWT Maha Pengabul Doa umatnya.

Allah SWT akan mengirimkan banjir bandang kepada umat Nabi Nuh as. Maka Beliau diperintahkan untuk membuat sebuah kapal besar yang sekiranya mampu untuk menampung sepasang semua makhluk hidup selain manusia dan manusia-manusia yang beriman.

Pada saat semuanya sudah masuk ke dalam kapal, ada seseorang yang mencurigakan telah menaiki kapal Nabi Nuh as. Dan ternyata orang tersebut adalah Iblis.

Iblis diperintahkan untuk keluar dari kapal, namun Iblis tak menggubrisnya. Malah Iblis berkata kepada Nabi Nuh as.

“Wahai kekasih Allah, aku menyimpan lima strategi yang dengannya aku akan boleh mencelakan umat manusia. Aku akan sebutkan padamu yang tiga, tapi menyembunyikan yang dua.”

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh as agar mendengarkan yang dua saja dan tidak usah yang tiga.
“Aku tidak tertarik dengan yang tiga, tapi sebutkan saja yang dua yang kau sembunyikan itu,” kata Nabi Nuh as.

“Baiklah Nabi Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara ini, “kata Iblis.

1. Sifat dengki.

Aku akan tanamkan sifat dengki dalam hati manusia. Alasannya karena dengki ini, aku dilaknat oleh Allah dan dijadikan sebagai setan yang terkutuk.


2.Sifat serakah.

Karena serakah, Adam menghalalkan segala makanan di surga sehingga dia dikeluarkan.

Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari surga. Itulah dua strategi Iblis untuk menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan. Sedangkan tiga strategi lain akan dibahas pada edisi lain.

Kisah Nyata Keutamaan Shalawat Nabi

Ingin tahukah kisah nyata seperti apa yang membenarkan, true story kalau membaca shalawat memiliki faedah dan keutamaan yang tak seorang pun menyangkanya.

Kisahnya

ada suatu hari, Abu Laits Samarqandi sedang melakukan perjalanan bersama ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, ternyata takdir Allah SWT menentukan lain.

Ayahnya jatuh sakit dan tak lama kemudian ayahnya akhirnya meninggal dunia. Lokasi meninggal ayahnya itu sangat jauh dari pemukiman penduduk.

Kini tinggallah Abu Laits seorang diri. Ia sangat sedih dan berharap muncul rombongan kafilah yang bisa ia mintai tolong untuk merawat jenazah ayahnya tersebut.


Kesedihan Abu Laits kian bertambah setelah dalam waktu yang sekejap saja, jenazah ayahnya di bagian wajah tiba-tiba saja menghitam.
“Astaghfirulloh…., ada apa dengan wajah ayahku?” Ya Allah…ampuni dosa dan kesalahan ayahku, “kata Laits dalam hati dengan penuh tanya.

Mimpi Rasulullah SAW

Sambil menunggu rombongan kafilah datang, Abu Laits yang kelelahan dan tak terasa tertidur di samping jenazah ayahnya. Dalam tidurnya tersebut, ia bermimpi didatangi oleh sosok pemuda yang tampan.

Abu Laits bertanya,
“Siapakah Saudara?”
“Aku adalah Muhammad bin Abdullah, “jawab pemuda itu yang ternyata adalah Rasulullah SAW.

Maka mengertilah Abu Laits, bahwa yang hadir dalam mimpinya tersebut adalah utusan Allah SWT. Hatinya merasa sangat gembira sekali.
“Ya Rasulullah SAW, apa yang terjadi dengan jenazah ayahku?” tanyanya.

“Aku datang karena hendak menziarahi jenazah ayahmu, dan izinkan aku untuk membuka kain di wajah ayahmu, “jawab Nabi SAW.

Setelah diizinkan, Rasulullah SAW kemudian berdoa kepada Allah SAW. Seketika itu juga, Abu Laits melihat jenazah pada bagian wajah ayahnya yang semula gelap menjadi putih bercahaya.

Karena penasaran, Abu Laits kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada Rasulullah SAW.

“Wahai Rasulullah SAW, apakah yang menyebabkan wajah ayahku menjadi hitam?” tanya Abu Laits.
“Ayahmu semasa hidup telah berbuat dosa dalam keadaan orang lain tidak mengetahuinya. Namun ketika malam hari, dimana orang lain telah tidur dengan lelapnya, dia bangun dan merintih kepada Allah SWT. Dia mengadu kepada Allah SWT akan hal dirinya yang sering berbuat dosa karena tak mampu melawan hawa nafsunya. Ayahmu juga senantiasa basah lidahnya dengan bershalawat untukku. Oleh sebab itu, pada hari kematiannya, Allah SWT memerintahkan aku untuk menziarahi mayatnya, “jelas Nabi SAW.


Keutamaan Shalawat

Rasulullah SAW bersabda,
“Orang yang senantiasa bertobat atas dosanya, maka seperti orang yang tiada dosa. Namun dalam keadaan bertobat, hendaklah tobat yang sebenar-benarnya dan hati yang tulus ikhlas.”

Terdapat banyak kelebihan bershalawat. Di antaranya Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Orang yang paling utama bagiku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku. Barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali untukku pada hari Jumat, kelak pada hari kiamat, dia datang dengan wajah yang bersinar-sinar. Sekiranya sinar itu dibagi-bagikan kepada semua makhluk, niscaya mencukupi.”

Hebat sekali keutamaan membaca shalat ini. Mari membiasakan diri untuk rajin membaca shlawat setiap hari sekuatnya dan sebanyak-banyaknya.

Sepotong Keju Penyebab Lupa

Ini kisah berdasarkan kitab dimana pada zama dahulu, ada seseorang yang bernama Abu Yazid Albustomi yang memang sejak kecil merupakan orang yang suka berbuat kebajikan. Beliau merupakan salah satu ulama sufi yang diakui akan ketinggian ilmu tasawufnya sehingga banyak yang berguru kepadanya.

Sejak kecil berbuat baik dan orangtuanya pun juga selalui menjaga diri untuk tidak makan kecuali dengan yang halal. Sejak dalam kandungan hingga disapi dari air susu ibunya, beliau tidak pernah berkenalan dengan barang yang subhat.

Namun ketika menginjak remaja, ia merasakan bahwa dirinya sudah mulai banyak lupanya. Terutama jika mendengarkan sesuatu hal yang mengandung kebenaran.

Dari situ, ia pergilah kepada ibunya untuk menanyakan sesuatu.

“Wahai ibu, apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau subhat ketika mengandung atau menyusui aku? Karena jika aku mendengar kebaikan, aku mudah lupa,” tanya Abu Yazid.

Ibu Meminta Maaaf

Akhirnya ibunya bercerita terus terang mengenai kejadian yang pernah dialaminya ketika mengandungnya dahulu.

“Anakku, pada suatu hari, ketika sedang mengandung atau menyusuimu, aku melihat sepotong keju tergeletak di tempat si fulan. Saat itu aku sedang mengidam dan benar-benar menginginkan keju itu. Lalu aku ambil secuil keju dan kumakan tanpa sepengetahuan pemiliknya,” jelas ibunya.

Mendengar penjelasan ibunya, tanpa pikir panjang lagi, Abu Yazid langsung mengunjungi pemilik keju tersebut dan ia menceritakan tentang kekhilafan ibunya saat mengandung dirinya.

Kepada pemilik keju tersebut, Abu Yazid merengek untuk meminta maaf.


“Wahai Fulan, dahulu ketika mengandung, ibuku telah memakan secuil kejumu. Sekarang aku mohon agar engkau sudi memaafkannya atau tetapkan harga secuil keju tersebut dan aku akan membayarnya, “kata Abu Yazid.

“Ibumu telah aku maafkan dan apa yang telah ia mkan telah aku halalkan,” kata pemilik keju tersebut.

Akhirnya di kemudian hari, Abu Yazid sudah tidak lupa lagi ketika mendengar suatu kebaikan.

Belum Lunasi Hutang, Jasad Dihimpit Bumi

Jangan pernah sekalipun meremehkan yang namanya hutang, karena hutang kalau belum terbayar, sampai mati pun masih tetap dianggap sedang berhutang.

Dikisahkan oleh Sayyid Ali, seorang ulama di zamannya. Beliau merupakan putra dari seorang ulama besar, seorang ahli fiqih yakni Al Amir Sayuid Hasan bin Al Amir Sayyid Muhammad.

Pada suatu hari, Saayid Ali yang tinggal di Iran, menimba ilmu, telah mendengar kabar berita duka. Ayahnya telah meninggal dunia sehingga ia meminta izin untuk mengurus jenazah ayahnya.

Tujuh bulan kemudian, giliran ibunya yang meninggal dunia dan di makamkan di daerah Najef, Irak.

Tak lama kemudian, Sayyid Ali bermimpi bertemu ayahnya. Dalam mimpimya, ia melihat seolah-olah sedang duduk di rumah dan ayahnya masuk sembari mengucapkan salam.

Sang ayahnya kemudin duduk din hadapannya sambil menyapanya dengan lemah lemubut.

Utang Tak Tercatat

Sayyid Ali sadar benar bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Ia pun bertanya kepada ayahnya,
“Ayah, bukankah ayah telah meninggal?”
Kemudian Syayyid Ali bertanya tentang keadaannya.

Ayahnya menjawab,
“Dahulu kuburku kesempitan, dan sekarang alhamdulillah dalam keadaan yang baik, kesempitan dan himpitan itu menghilang dariku.”

Sayyid Ali heran dengan kejadian itu, dan dengan heran, ia bertanya lagi.
“Ayah dalam kesempitan?”
Ayahnya menjawab,
“Ya,arena Haji Ridha bin A’a Babasy Syahir menagihku, dan itu yang menyebabkan buruk keadaanku.”

Sayyid Ali bertambah heran, lalu ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut dan heran. Kemudian ia menginkan surat kepada saudara ayahnya tentang wasiat ayahnya dalam mimpi.

Dalam surat tersebut, Sayyid Ali bertanya apakah ayahnya dahulu memiliki hutang kepada orang tersebut atau tidak. Dan saudaranya menjawab dengan balasan surat juga.

Dalam surat balasannya, saudaranya mengatakan bahwa ia sudah memeriksa buku harian ayah, namun ia tak menemukan nama dari orang tersebut.

Sayyid Ali masih belum puas dengan jawaban saudaranya tersebut. Ia kemudian mengirim surat lagi untuk yang kedua kalinya yang isinya agar saudaranya menanykan langsung kepada orang yang bersangkutan.


Akhirnya di Ikhlaskan

Kemudian saudaranya membalas surat lagi.
“Setelah aku tanya kepada orang tersebut, ternyata memang benar ayah pernah berhutang kepadanya.”
“Ya ayahmu pernah punya hutang kepadaku sebesar 18 tuman (mata uang Iran), dan tak ada yang mengethaui selain kami dan Allah SWT saja.”

Setelah ayahmu wafat, aku pernah bertanya kepadamu, apakah namaku ada dalam daftar buku harian ayahmu, kamu menjawabnya tidak ada. Aku kecewa dan hatiku terasa sesak karena pernah meminjamkan uang tanpa ada bukti di secarik kertas dan aku yakin ia tidak mencatat namaku dalam buku hariannya.

Kemudian aku pulang dengan hati yang kecewa.

Kemudian saudaranya tersebut menceritakan kepada Haji Ridha tentang mimpi yang dialami oleh Sayyid Ali. Kemudian orang tersebut berkata,
“Karena berita ini dari saudaramu, sekarang hutangnya aku relakan dan aku ikhlaskan.”

Waalahu A’lam…

Kisah Raja Zalim Mati Sebelum Bertobat

Kematian adalah rahasia Ilahi, jika sudah waktunya tiba, tak ada seorang pun yang dapat mencegahnya atau menundanya. Tak seorang pun bisa memajukan ataupun mengundurkan kematian sekalipun nabi dan rasul kecuali atas kehendak Allah SWT.

Banyak juga yang kelihatannya di pagi harinya sehat wal afiat bercenkerama dengan teman-temannya, namun ketika mmenjelang siang, nyawa sudah berpisah dari badannya.

Ada pula yang sedang beraktivitas, di tempat parkir, bekerja, di jalan, tidur maupun tengah shalat. Tak disangka malaikat maut datang dan mencabut nyawanya.

Hal ini seperti kisah di bawah ini.

Dahulu kala ada seorang raja yang zalim dan ia meninggal sebelum sempat melakukan tobat dari kesombongan dan kezalimannya. Bagaimana kisahnya.

Berikut Kisahnya

Dalam kitab Dzikir Al-Maut wa ma Ba’dahu, Ihya’ Ulumuddin buah karya Imam Al Ghazali dikisahkan bahwa ada raja yang sombong dan hanya memandang orang lain dengan sebelah mata saja.

Pemimpin itu begitu zalim kepada rakyatnya hingga malaikat maut mencabut nyawanya.

Raja itu merasa hanya dirinyalah yang paling berkuasa dan tidak ingin ada orang lain yang duduk di singgasananya. Ia selalu bertendak semena-mena dan ia akan menghukum bagi siapa saja yang berusaha melawannya.

Raja itu benar-benar melupakan bahwa kalau dunia ini tidaklah abadi, termasuk dirinya dan kerajaannya. Harta benda serta kekuasaannya telah menutupi hatinya dari cahaya Ilahi.

Teguran Malaikat

Pada suatu ketika raja dikawal banyak sekali prajurit untuk mengunjungi daerah kekuasaannya. Dengan penuh kesombongan ia memulai perjalanannya dengan menunggangi kuda yang terbaik.

Tiba-tiba di tengah perjalanan pada malam hari, perjalanannya terhenti. Entah bagaimana mulanya, yang jelas, raja didatangi oleh seseorang dengan penampilan yang kusut dan kumal.

Orang tersebut mengucapkan salam kepda sang raja, namun sang raja tidak menjawabnya. Merasa terhina, orang tersebut kemudian merampas tali kekang kuda sang raja.

“Lepaskan ! Kamu telah melakukan kesalahan yang besar, “ujar raja dengan murka.
“Aku ada satu permintaan kepada Anda, “jawab orang itu.
“Sabarlah tunggu sampai kudaku berhenti dulu, “kata raja.
“Tidak, sekarang juga, “kata orang itu sambil memegang kekang kuda agar berhenti.
“Ayolah, katakan padaku apa keperluanmu, “kata raja.
“Ini rahasia, tak boleh seorang pun mendengarnya, “kata orang itu.

Maka sang raja mendekatkan kepalanya ke orang itu dan orang tersebut berkata,
“Aku adalah malaikat maut.”


Permintaan Terakhir

Mendengar hal terrsebut, seketika wajah raja pucat pasi ketakutan. Lidahnya kelu tak dapat berbicara. Dengan gemetar raja berkata,
“Berilah aku tenggang waktu sampai aku kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan menyelesaikan semua urusanku,”

Sang Malaikat Maut itu berkata,
“Demi Allah, tidak bisa! Kamu sudah tidak sempat lagi melihat keluargamu, hartamu, dan kerajaanmu.”

Setelah berkata demikian, malaikat maut langsung mencabut nyawa sang raja. Seketika itu juga sang raja jatuh tersungkur dari kudanya laksana seonggok kayu kering.

Sang raja telah meninggal dunia sebelum sempat bertobat. Ia mati dengan segala kesombongan dan kezaliman yang dilakukan terhadap rakyat-rakyatnya.

Iblis dan Setan Tak Mau Disalahkan

Iblis pada hari penghitungan amal nanti, akan banyak memiliki pengikut. Merekalah para manusia yang terpedaya oleh bujuk rayu iblis yang harus masuk neraka.

Para pengikutnya begitu panik serta kecewa, ternyata mereka hanya ditipu saja oleh iblis. Para pengikutnya mencoba untuk mendatangi iblis, tapi malah iblis berkelit.

Di dalam suatu riwayat, kelak pada hari penghitungan amal, para malaikat mengumpulkan semua makhluk Allah SWT, tak terkecuali si Iblis terlaknat.

Setelah itu, terdengarlah suara yang menyeru,
“Mana Iblis terkutuk? “kata suara itu.


Tak berapa lama pun iblis sudah ada di depan. Iblis seakan sudah mengerti maksud pemanggilannya, dan ia pun berkata,
“Wahai Hakim Yang Maha Adil, datangkanlah para pengikut-pengikutku, “kata iblis.

Pada waktu para pengikut iblis terjepit, kemudian keluarlah seekor ular yang panjang. Ular tersebut mengumpulkan mereka semuanya, lalu menggiringnya ke neraka.

Semua orang panik memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Semuanya ingin membebaskan dirinya dari nasib buruk yang menimpanya.

Dan karenanya, mereka mencari iblis yang mengajak mereka ke jalan yang salah. Mereka menghujat iblis dan menuntut agar mau bertanggung jawab atas nasib mereka.


Tak Mau Disalhakan

Namun iblis dan setan tak mau disalahkan. Seperti sudah kita ketahui bersama, tugas iblis adalah untuk mempengaruhi dan mengajak manusia ke jalan yang sesat.

Bagi mereka yang mau mengikutinya, maka iblis tak mau bertanggungjawab sama sekali.

Bagi iblis dan setan, mempengaruhi manusia merupakan perwujudan atas janjinya ketika ia tak mau tunduk kepada Allah SWT saat diperintah bersujud kepada Nabi Adam as.

Pada zaman sebelum manusia menghuni dunia, ia telah bersumpah untuk mempengaruhi dan menggoda manusia agar mereka tersesat dari segala arah.

Kisah Suami Selama 20 Tahun Tak Pernah Memarahi Istri

Subahanallah…
Kisah ini bisa dijadikan teladan oleh semuanya bagaimana mungkin ada seorang suami yang tak pernah memarahi istrinya selama 20 tahun bersama.

Apa sebenarnya yang terjadi?
Bahkan sang suami tek perlu lagi memegang rotan untuk memukul istrinya ssebagai hukuman karena ketidaktaatannya, atau mungkin sedang melakukan kesalahan.

Bagaiman kisahnya?

Berikut Kisahnya

Telah diriwayatkan bahwa pada waktu itu, Syuriah Al Qadhi bertemu dengan Asy-Syu’bi. Mereka tampah begitu gembira dan ceria, tak nampak guratan kekesalan.

“Wahai saudaraku, apa rahasianya sehingga membuah wajahmu selalu tampak ceria, “tanya Syuriah.
“Selama 20 tahun ini aku tidak melihat sesuatu yang membuatmu marah terhadap istriku, “jawab Asy-Syu’bi.

“Bagaimana itu bisa terjadi?” kata Syuriah setengan tak percaya.
“Sejak malam pertama aku bertemu dengan istriku. Aku melihat padanya kecantikan yang menggoda dan kecantikan yang sangat luar biasa. Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri : Aku akan bersuci dan salat dua rakaat sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Ketika aku salam, aku mendapati istriku ada di belakangku ikut menunaikan salat dengan shalatku dan salam dengan salamku, “jelas Syu’bi.

Istri Salehah

Syu’bi melanjutkan ceritanya bahwa pada suatu hari istrinya menanyakan sesuatu kepadanya.

“Bagaimana pandanganmu bila orangtuaku mengunjungiku?” tanya istriku.
“Aku tidak ingin membuat bosan mertuaku, “jawab Syu’bi.

Sang istri lalu tersenyum dan mengeluarkan pertanyaan lagi.

“Lantas siapa yang engkau sukai dari para tetangga kita untuk masuk ke rumahmu sehingga aku akan mengizinkannya, “tanya istri.
“Bani fulan adalah kaum yang salih dan Bani fulan adalah kaum yang buru, “jawab Syu’bi lagi.

Hingga di penghujung tahun ketika Syu’bi pulang dari majelis Qadha (peradilan), tiba-tiba ada seorang wanita tua di dalam rumahnya.

“Siapa dia? “tanya Syu’bi.
“Dia adalah ipar perempuanku, “jawab istrinya.
“Aku senang bertemu dengannya, “jawab Syu’bi.


Kemudian, Syu’bi duduk berhadapan dengan tamu tersebut. Tak berapa lama kemudian, tamu itu mengucap salam dan dibalas salam pula oleh Syu’bi.

“Bagaimanaendapatmu tentang istrimu, “tanya tamu tersebut.
“Dia adalah sebaik-baik istri, “ujar Syu’bi.

Mendidik Istri

“Ketahuilah, bila kamu meragukan istrimu, maka hendaklah kamu ambil cambuk, “kata tamu itu.
“Tenang wahai ibu, sungguh aku telah mendidik dan mengajari beberapa adab dengan baik dan aku melatihnya untuk hidup secara baik sehingga tidak perlu mencambuknya, “jelas Syu’bi.

Demikianlah cerita yang terdapat dalam Ahkaamun Nisaa’ , buah karya Ibnul Jauzi dan Ahkaamul Qura, karangan Ibnul Arabi.

Wallahu A’lam…

Tujuh Keajaiban Dibalik Kelahiran Rasul

Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan pada tahun Gajah. Lahirnya Rasulullah SAW ini diikuti oleh bebagai macam keajaiban yang mengirinya.

Diantaranya adalah terhalangnya jin dan setan mencuri berita dari langit.

Syeikh Abi Nasru Muhammad bin Abdrurrahman Al Hamdaniy menceritakan dalam kitab “As-Syab’iyyatu Fil Mawa’idih Birritay”. Disitu dijelaskan bahwa pada saat Rasulullah SAW lahir, ada tujuh keajaiban yang sangat luar biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.

Apa saja keajaiban yang terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia? Berikut penjelasannya.


1. Ibunda Rasul tidak letih selama mengandung.

Setiap wanita yang mengandung akan merasa letih dan berakibat dari beban yang dikandungnya. Akan tetapi, ibu Rasulullah SAW pada saat mengandung, tidak merasakan letih dari beban kandungannya.

2. Tidak sakit saat melahirkan.

Setiap wanita yang mengandung pasti akan merasa kesakitan di saat melahirkan bayinya.kan tetapi, ibunda Rasul tidak mengalami hal tersebut.

3. Bayi bisa bicara.

Subhanallah…
Pada saat Rasulullah SAW baru keluar dari rahim ibunya, Beliau langsung sujud dengan menghadap Allah Ta’ala, seraya berkata,
“Ummati….Ummati…(umatku…Umatku….)”.

4. Sudah dikhitan.

Rasulullah SAW lahir dalam keadan sudah dikhitan.


5. Setan dan jin tak bisa naik ke langit.

Ketika Rasulullah SAW lahir, setan dan jin tak bisa naik lagi ke langit untuk mendengarkan pembicaraan malaikat. Jin dan setan yang mau naik ke atas langit ditolak, tak boleh naik ke langit.

6. Air susu Halimah keluar lagi.

Pada saat Rasulullah SAW lahir, ASI dari Halimah sudah tidak keluar lagi. Namun begitu mulut Rasulullah SAW mendekat, keajaian terjadi, keluarlah air susunya.

7. Ada suara yang keluar dari Ka’bah.

Keajaiban yang terakhir adalah pada saat Rasulullah SAW lahir, maka ada suara yang keluar dari Ka’bah.

Suara tersebut berbunyi,
“Katakanlah tlah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran.”

Pertempuran Antara Iblis dan Umar bin Khattab

Semuanya pasti mengetahui bahwa keahlian dan hobinya Iblis adalah untuk menggoda manusia. Tapi, tahukah kalian bahwa ada seorang manusia digdaya yang paling ditakuti Iblis.

Sampai-sampai ketika namanya saja disebut, maka iblis akan lari tunggang langgang. Tak hanya itu, setiap kali adalah tulisan namanya, iblis lari terbirit-birit seakan tak mau lagi berpapasan dengannya.

Siapakah beliau?
Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab adalah salah satu orang yang mampu mengalahkan setan dalam pertempuran. Beliau adalah salah satu dari empat khalifah yang terkenal tegas, bijaksana dan ditakuti.

Bagaimaan bisa Jin takut dengan sosok Umar bin Khattab? Berikut ini kisahnya.


Kisahnya

Pada suatu hari, di sebuah jalan di kota Madinah, Umar bin Khattab bertemu dengan salah satu jin yang mengaku dirinya paling kuat diantara kawan-kawannya.

Tak berapa lama kemudian, perkelaian pun terjadilah antara Jin dan Umar bin Khattab. Dengan perlawanan yang singkat saja, jin bisa dikalahkan dengan mudah.

Meskipun sudah menerima kekalahan, namun iblis tersebut belum juga putus asa.

Ketika kembali bertemu dengan Umar bin Khattab lagi, Umar bertanya kepada lelaki jin tersebut.
“Kenapa lengan jin itu kurus mirip seperti lengan anjing?”

Jin menjawab,
“Aku adalah jin yang paling kuat diantara jin sebangsaku.”

Kemudian jin tersebut menantang Umar bin Khattab karena pada pertarungan pertama, jin kalah dari Umar sehingga ia merasa tidak puas sama sekali.

Akan tetapi, Umar bin Khattab masih terlalu kuat dan tangguh untuk jin tersebut. Jin langsung terkapar setelah beberapa jurus saja.

Jin Dilepas dengan Syarat

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab sangat geram dengan ulah jin ini. Sehingga Umar bin Khattab berkata,
“Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kalian memberitahukan kepadaku sesuatu yang bisa melindungi dari kalian.”


Dengan sangat ketakutan, jin menjawab dengan tegas dan pasti,
“Ayat Kursi.”

Karena jin sudah memberitahukan bagaimana cara manusia untuk melindungi diri dari iblis, maka Umar bin Khattab pun melepaskannya.

Sungguh hebat sahabat Nabi SAW yang satu ini, selain disegani oleh manusia, namun juga disegani oleh bangsa jin.

Dialog Nabi Khidir dan Raja yang Sombong

Khidir adalah salah satu nabi Allah SWT yang diperkirakan masih hidup sampai sekarang ini. Nabi Khidir telah banyak membantu menyadarkan manusia dari sifat-sifat yang dibenci Allah SWT.

Kisah yang terkenal dalam dunia Islam adalah kisahnya Nabi Khidir dan Nabi Musa as. Kala itu, Nabi Musa as agak terlupa bahwa di dunia ini masih ada banyak orang yang melebihi dia.

Maka didatangkanlah Nabi Khidir as.

Nabi Khidir as (ilustrasi)

Pada akhirnya, Nabi Musa as berguru kepada Nabi Khidir as dengan syarat harus bersabar ketika bersamanya dengan beliau. Namun apa yang terjadi, seorang nabi saja tak mampu memegang sifat sabar seperti Nabi Khidir as.

Sungguh hebat, Nabi Musa as akhirnya tak jadi berguru kepada Nabi Khidir as karena tidak kuasa menahan sepak terjang Nabi Khidir as yang telah dianggapnya tidak berperikemanusiaan.

Ada satu kisah lagi yang hebat, ketika Nabi Khidir menyadarkan seorang raja yang angkuh, hingga akhirnya raja tersebut menjadi manusia insan kamil yang disegani.


Bagaimana kisahnya?

Berikut Kisahnya

Kisah ini bersumber pada kitab Tazkirat Al Aulia, sebuah kitab hasil karya dari Syeikh Farid Ad Din Attar.

Dahulu kala sebelum Ibrahim bin Adham menjadi ulama sufi yang terkenal, beliau adalah seorang raja yang sangat luas kekuasaannya dan hingga tiba pertemuannya dengan Nabi Khidir as.

Dikisahkan pada suatu hari seperti biasanya, Ibrahim bin Adham berada di atas singgasananya, guna mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Namun, pada hari itu, lain dari biasanya karena para menteri dan rakyat melihat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada diri raja mereka.

Perubahan terjadi karena ada seseorang yang misterius masuk ke pertemuan tersebut. Wajahnya begitu menakutkan sehingga tak ada seorang pun yang berani menegur dan menyakan keperluannya.


Dialog Nabi Khidir dan Ibrahim bin Adham

Kejadiannya begitu cepat dan tak ada yang berani mencegahnya untuk masuk pertemuan negara tersebut. Lelaki misterius tersebut kemudian langsung menghadap Raja Ibrahim bin Adham.

“Apakah yang engkau inginkan?” tanya Ibrahim.
“Aku baru saja sampai, berilah istirahat sejenak,” jawab lelaki misterius itu.
“Wahai orang asing, ini bukanlah tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Perilakumu itu seperti orang gila saja,” cerca Ibrahim dengan nada tinggi.

Akan tetapi lelaki misterius itu tak mau tinggal diam. Ia malah balik bertanya,
“Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?”
“Ayahku,” jawab Ibrahim.
“Sebelum ayahmu?” tanya lelaki misterius itu lagi.
“Kakekku,” jawab Ibrahim kesal.

“Sebelum kakekmu siapa pemiliknya?” tanya lelaki misterius itu.
“Ini warisan dari keluarga kakekku,” jawab Ibrahim dengan nada emosi.

“Kemanakah mereka sekarang ini?” tanya lelaki misterius yang tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
“Mereka telah meninggal dunia,” jawab Ibrahim.
Lazada Indonesia
“Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?” jelas lelaki misterius tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, Ibrahim bin Adham tersentak kaget.

Namun sebelum Ibrahim sempat menjawab, lelaki misterius itu mundur ke belakang dan tiba-tiba saja gaib menghilang di tengah kerumunan orang-orang.

Ibrahim tak menyadari bahwa lelaki misterius tersebut adalah Nabi Khidir as karena pada pertemuan selanjutnya Nabi Khidir as mengakuinya.

Wallahu A’lam…