Ziarah ke Pemakaman

Seorang ibu dan anak perempuannya mengunjungi makam keluarga yang dikasihi, ketika dalam perjalanan kembali ke mobil, gadis kecil itu menghentikan ibunya.
Dia berkata, “Mama, apakah di sini mereka mengubur 3 orang di kuburan yang sama?”
“Tentu saja tidak, sayang.” ibunya menjawab, “Mengapa kamu menanyakan pertanyaan seperti itu?”
“Nisan di belakang sana berkata ‘Di sini ada Joko, seorang hakim, dan seorang yang jujur.'” (KETAWA.COM)

Selamat dari Kecelakaan Maut

Sebuah mobil melaju di jalan raya, menabrak pagar pembatas, menuruni tebing, memantul di sebatang pohon dan akhirnya berhenti dengan selamat di jalan yang berada di dasar tebing yang dalamnya belasan meter.
Seorang pengendara yang lewat, yang telah menyaksikan seluruh kecelakaan itu, membantu pengemudi yang secara ajaib tidak terluka, untuk keluar dari bangkai mobilnya.
“Oh, syukurlah Anda selamat,” dia tersentak, “Apakah Anda mabuk?”
“Tentu saja,” kata pria itu, sambil membersihkan kotoran pecahan kaca dari bajunya, “Menurutmu, apa aku ini … seorang pemain akrobat?” (KETAWA.COM)

Naik Kuda Listrik

Suatu hari ada dua pria di perempatan kilometer nol Jogja. Salah satunya mengemudikan Mercedes Benz dan yang lainnya menunggang kuda, keduanya menunggu di lampu lalu lintas.
Pria di Benz itu memandang kuda itu dan memperhatikan sesuatu yang berbeda, bahwa kuda itu bukan kuda biasa. Itu adalah kuda listrik dan memiliki 3 tombol di dalamnya jika menekan satu tombol, kuda itu akkan bergerak maju, jika menekan tombol kedua, kuda itu akan bergerak lebih cepat dan jika menekan tombol terakhir, kuda itu akan berhenti.
Orang di Benz benar-benar terkesan, jadi dia meminta orang yang menunggang kuda itu jika dia ingin menukar kuda dengan Benz, jadi dia setuju.
Mereka melakukan pertukaran dan orang yang menunggang kuda mengemudikan Benz dan melanjutkan perjalanannya tetapi orang satunya masih terjebak di lampu lalu lintas karena mencoba untuk membuat kuda itu bergerak.
Dia mencoba semua tombol tetapi kuda itu tampaknya tidak bergerak sehingga dia memanggil pemilik kuda dan bertanya apakah dia dapat kembali untuk menunjukkan kepadanya bagaimana cara menjalankan kuda itu.
Jadi orang itu kembali, dia menekan semua tombol lagi tetapi kuda itu masih tidak bergerak.
Dia kemudian melihat kemaluan kuda listrik itu dalam posisi tegak, sehingga dia mengatakan pada pria satunya: “Ohh, Anda lupa melepaskan rem tangan!” (KETAWA.COM)

Mengebut di Jalan Tol

Seorang wanita yang sedang melaju di jalan tol diminta berhenti oleh polantas. Dia tidak memakai sabuk pengamannya. Begitu dia berhenti, dia dengan cepat menyelipkannya sebelum petugas itu sampai ke jendela mobilnya.
Setelah berbicara dengannya tentang ngebut, petugas itu berkata, “Saya melihat Anda mengenakan sabuk pengaman Anda. Apakah Anda selalu memakainya?”
“Ya, saya selalu memakainya, Pak,” jawabnya.
“Baiklah,” tanya petugas itu, “apakah Anda selalu memalainya dengan terikat ke setir mobil Anda?” (KETAWA.COM)

Mendapat Surat Tilang Karena Mengebut

Seorang pria ditangkap karena mengemudi terlalu cepat, meskipun dia merasa bahwa dia mengemudi dengan baik.
Petugas: “Anda ngebut.”
Pria: “Tidak, saya tidak.”
Petugas: “Ya, benar. Saya memberi Anda tilang.”
Pria: “Tapi saya tidak ngebut.”
Petugas: “Katakan itu saat sidang!”
(Petugas memberi pria itu surat tilang)
Pria: “Apakah saya akan mendapatkan hukuman jika saya memanggil Anda brengsek?”
Petugas: “Ya, Anda mau?”
Pria: “Bagaimana kalau saya hanya berpikir tentang hal itu?”
Petugas: “Saya tidak bisa memberi Anda hukuman untuk apa yang Anda pikirkan.”
Pria: “Baik, saya berpikir Anda brengsek!” (KETAWA.COM)

Quick Count dan Real Count

Selesai makan di sebuah restoran Padang bersama keluarganya, seorang bapak memanggil kasir dan menyuruhnya menghitung.
“Berapa semua, Mas?” kata si bapak.
“Apa aja yg dimakan pak?”
“Ada gulai tunjang, rendang, dendeng balado, asam padeh …”
Setelah komat kamit si karyawan berkata,
“320 rbu pak. Bayarnya ke kasir ya pak..”
Si bapak pun lantas menuju kasir, sampai di meja kasir si bapak kembali mengulang menu yag dimakannya.. Alangkah terkejutnya dia saat sang kasir berkata..
“Semua 397 ribu, Pak”
“Lho kok bisa? Tadi kata adik itu cuma 320 ribu kok ini beda?” Tanya si bapak dengan nada tinggi.
“Ohh, itu kan hitung cepat, Pak (quick count). Real countnya ada di saya.” jawab sang kasir lembut. (KETAWA.COM)

Arti dari Quick Count

Nenek: “Apa itu quick count, Cu…??!”
Cucu: “Hitung cepat, Nek… Pagi kita mencoblos.. sore langsung ketahuan hasil nya. Sekarang zaman canggih, Nek…”
Nenek: “Lebih canggih dulu di zaman Soeharto.. Belum mencoblos.. sudah ketahuan hasilnya…!!”
Cucu: “???!!!” (KETAWA.COM)

Lebih Baik ke TPS Daripada di Rumah

Seorang bapak-bapak paruh baya dengan semangat berdiri sejak pagi di TPS untuk memberikan pilihan kepada calon kepala daerah yang didukungnya.
Tiba-tiba, dari belakangnya ada temannya yang berkata,
“Bud, di TPS ini kita sangat lebih baik daripada hanya di rumah, yaitu bisa memilih dan mencoblos..”
“Kok bisa? Emangnya kalau di rumah bagaimana?”
“Di rumah kita hanya bisa mencoblos, namun tidak bisa memilih..” kata temannya dengan muka lesu. (KETAWA.COM)

Membayar di Toko Mainan Untuk Anak-anak

Di toko mainan untuk anak-anak, Jono memilih mobil mainan, datang ke meja kasir dan memberikan uang mainan dari permainan Monopoli.
Kasir: “Apakah Anda bodoh? Ini bukan uang sungguhan!”
Peter: “Anda yang bodoh. Ini juga bukan mobil sungguhan!” (KETAWA.COM)

Pengakuan Terdakwa yang Divonis Bebas

Seusai menghadiri persidangan dan terdakwa menerima vonis bebas, seorang pengacara berdikusi dengan kliennya.
Pengacara: “Sekarang setelah Anda dibebaskan, apakah Anda akan memberi tahu saya dengan sungguh-sungguh? Apakah Anda mencuri mobil?”
Klien: “Setelah mendengar argumen luar biasa Anda di pengadilan pagi ini, saya mulai berpikir bahwa saya tidak mencurinya.” (KETAWA.COM)