Innalillahi, Jeddah Banjir Besar Jalanan Berubah Jadi Sungai, Penerbangan Umroh Terganggu, tonton Videonya!

Hujan lebat di kawasan Laut Merah mengakibatkan banjir bandang di kota Jeddah, Arab Saudi, sejak Senin (20/11/2017).

Di beberapa kawasan ketinggian air mencapai dada orang dewasa mengakibatkan jalan raya menjadi seperti sungai.

Perkembangan ini juga dikhawatirkan akan mengganggu pergerakan para jemaah umrah yang mendarat atau terbang dari Jeddah.

Otoritas penerbangan sudah mengumumkan kemungkinan membatalkan sebagian penerbangan dari Raja Abdulaziz International Jeddah.

Di media sosial netizen membagikan video-video menunjukkan terowong dan jalan-jalan terendam. Kendaraan tenggelam, bahkan ada orang yang jebak di mobil menunggu bantuan evakuasi.

Pusat Krisis dan Bencana di Wilayah Makkah menutup beberapa jalan di Jeddah akibat hukan lebat disertai petir dan angin kencang yang membuat jarak pandang terbatas.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melaporkan telah menerima 10.902 panggilan darurat sejak hujan deras mulai turun. Sudah 241 penyelematan dilakukan, dua di antaranya adalah untuk menyelematkan tiga orang yang terjebak di terowongan Al Salam.

Sedangkan siasat.com memberitakan, Kementerian Pendidikan Arab Saudi sudah meliburkan sekolah dan universitas di Jeddah selama banjir.

Bandara King Abdul Azis di Jeddah juga dilaporkan mengalami beberapa penundaan penerbangan. Meski berdasarkan pantauan di situs flightradar24.com, masih ada beberapa penerbangan menuju dan berangkat dari bandara tersebut.

Berikut video penampakan banjir di kota Jeddah:


 

Pasti Kamu Gak Tau seperti ini nih 5 Fakta unik ketika ular buang air besar

eketawa.com – Pernah gak kamu punya rasa ingin tahu bagaimana cara ular buang air besar ? Ular pada dasarnya juga merupakan mahluk hidup yang juga punya kebiasaan untuk buang air besar.

Namun ternyata ada beberapa fakta unik yang selama ini tidak kamu ketahui bagaimana ular buang air besar. Ada beberapa fakta unik ketika ular buang air besar ?

Seperti yang dilansir dari Brilio.net, inilah dia 5 fakta unik ketika ular buang air besar.Yuk, simak !

1. Ular dapat tidak buang air besar selama satu tahun.

Tahukah kamu jika ular bisa tahan untuk tidak buang air besar selama 1 tahun. Hal ini dikarenakan ular jarang makan, begitupun juga jarang mencerna makanan.

2. Ular mengeluarkan kotorannya lewat lubang kloaka.

Ular mengeluarkan kotoran melalui lubang kloaka. Lubang kloaka adalah tempat keluarnya kotoran ular sekaligus menjadi penanda atau batas tubuh dan ekor ular.

3. Ular menyimpan kotorannya di dalam tubuh untuk menambah berat badan.

Ular membutuhkan berat badan untuk bertarung, maka dari itu ular jarang sekali buang kotoran agar berat badannya tetap stabil.

4. Di dalam kotoran ular juga terdapat rambut dan tulang.

Salah satu fakta unik dari kotoran ular yakni didalamnya ada serpihan rambut dan tulang yang tidak bisa dicerna. Serpihan tersebut berasal dari hewan yang ia mangsa.

5. Kotoran ular mengandung bakteri yang dapat membunuh manusia.

Kotoran ular sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Kotoran ular mengandung bakteri yakni salmonela. Bakteri salmonela ini jika tumbuh di tubuh manusia dapat menyebabkan kematian.

Nah, itulah dia kelima fakta unik ketika ular buang air besar.

sumber berita

Tanpa Sadar Ikan Raksasa Memakan Kekasih Allah

Maih ingatkah dengan kisah Nabi Yunus as? Nabi Ynus as pernah melakukan kesalahan dengan khilafnya. Beliau telah berputus asa karena dakwahnya selama ini selalu saja terus menerus ditolak oleh kaumnya.

Akhirnya Allah SWT memberikan peringatanan yang nyata kepada Nabi Ynus as dengan mendatangkan seekor ikan besar. Ketika kapal nabi Yunus diterjang badai, perahu oleh dan nabi Yunus tercebur ke laut.

Bisa dikatakan pada waktu itu Nabi Yunus pergi melarikan diri bersama pengikutnya yang beriman menyeberangi lautan. Karena Sang nabi telah putus asa karena dakwahnya selalu saja dimentahkan kaumnya.

Singkat cerita, pada waktu Nabi Ynus terjebur ke laut, tubuhnya mengambang di permukaan laut. Kemudian mendekatlah seekor ikan besar dan raksasa datang dan menelan kekasih Allah SWT tersebut.

Karena si ikan berukuran super besar, kontan saja menelan tubuh manusia bukan masalah besar. Lep lep lahap tubuh Nabi Ynus ditelan bulat-bulat oleh ikan raksasa tersebut.

Setelah menelan kekasih Allah SWT, ikan raksasa tersebut meluncur ke dasar laut. Bisa dibayangkan betapa besarnya ikan ini hingga manusia saja tetap bisa leluasa bergerak seperti di dalam kamar saja.

Nabi Yunus as sangat terkejut karena mendapati dirinya telah berada di dalam perut ikan. Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as langsung sadar dan segera bertobat.

Beliau banyak-banyak membaca tasbih.
“Laailaaha illa anta, subahaanaka inni kuntu mindzdzalimiin”

Artinya:
“Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah Yang Maha Suci. Sesungguhnya saya termasuk orang yang menganiaya diri sendiri.”

Ikan-ikan dan tumbuhan yang hidup di dasar laut mendengar tasbih Nabi Yunus as, kemudian semua makhluk laut pun berkumpul di sekitar ikan Nun sambil mengucapkan tasbih.

Sontak saja, ikan Nun kaget bukan kepalang. Ikan Nun merasa ketakutan dan baru menyadari kalau dia sebenarnya menelan manusia yang menjadi kekasih Allah SWT.

Entah berapa lama Nabi Ynus as berdiam diri di perut ikan Nun. Yang jelas, semua makhluk hidup di laut ikut bertasbih mengikuti tasbihnya Nabi Yunus as.


Akhirnya taubat Nabi Yunus diterima. Allah SWT memerintahkan ikan Nun untuk memuntahkan Nabi Yunus as di suatu tempat yang telah ditentukan.
Tubuh nabi kurus kering.

Batu Hancur Jadi Debu Hanya Dengan Tiga Kali Pukulan

Anugerah yang hebat ini ternyata pernah dilakukan oleh seseorang yang pernah hidup di muka bumi. Batu begitu besarnya bisa hancur lebur hanya dengan tiga kali pukul saja.

Kisah ini terjadi pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Tepatnya pada masa perang Khandaq. Untuk melindungi kaum muslimin, maka ada perintah dari Rasulullah SAW untuk membuat parit.

Parit tersebut segera dikerjakan oleh kaum muslimin dengan cara kerja gotong-royong. Nah, ketika sedang menggali parit inilah kaum muslimin mendapati kesulitan.

Persis di tengah-tengah galian parit, rupanya ada sebuah batu besar yang menghalagi penggalian. Satu persatu umat Islam mencoba untuk menghancurkan batu besar tersebut.

Namun hasilnya adalah nihil, tak bisa dipecahkan sama sekali. Kemudian kaum muslimin memberitahukan hal ini kepada Rasulullah SAW yang kala itu sedang memberti pengarahan kepada kaum muslimin lainnya.

“Ya Rasulullah, ada sebuah batu besar yang menghalangi kerja kami, ” kata seorang kaum muslimin.

Mendengar penuturan tersebut, kemudian Rasulullah SAW turun ke dalam parit dan melakukan pukulan sebanyak tiga kali pukulan kepada batu besar tersebut dengan menggunakan sebuah pangkur atau sejenis cangkul.

Pada pukulan pertama, semua orang melongo karena batu besar sebesar kerbau tadi terpecah menjadi sepertiga bagian.
“Alhamdulillah, kunci-kunci Syria telah diberikan kepadaku, “ucap Rasulullah SAW pada pukulan pertama.


Kemudian dipukullah lagi batu besar tersebut untuk yang kedua kalinya. Dengan pukulan yang kedua ini, maka terpecahlah batu tersebut menjadi berkeping-keping.
“Alhamdulillah, kunci-kunci Persia telah diberikan kepadaku. Demi Allah, aku melihat istana putih madani, “tutur Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memukul lagi untuk yang ketiga. Pada kali ini, kepingan-kepingan batu menjadi hancur lebur.
“Alhamdulillah, aku telah diberikan kunci-kunci Yaman. Demi Allah, aku sekarang dapat melihat gerbang Sana’a, “kata Rasulullah SAW.

Subhanallah…
Suatu mukjizat yang tiada tara diberikan kepada junjungan kita, Rasulullah SAW.

Betapa Riangnya Iblis Saat itu

Pada zaman Nabi Nuh as, Allah SWT memerintahkan Nabi untuk membuat sebuah perahu yang sangat besar. Bermula dari doa Nabi Nuh as kepada Allah SWT untuk menghukum orang-orang yang kafir.

Doanya Nabi Nuh as didengar Allah SWT dan dikabulkan. Rupanya Allah SWT ingin menenggelamkan seluruh umat manusia di dunia ini kecuali yang mau naik perahunya Nabi Nuh as.

Ketika membuat perahu, Nabi Nuh diolok-olok oleh kaumnya sendiri, namun tekad Nabi sangatlah kuat dalam menjalankan perintah Allah SWT. Terlihat khayal membuat perahu di kala sedang musim panas.

Benar terjadi.
Doa dan ucapan Nabi sangatlah makbul. Akhirnya banjir besar menjadi kenyataan. Semua orang kebingunan dengan suasana tersebut. Orang yang beriman,maka dia akan mau untuk menaiki perahu sedangkan yang kafir masih saja tidak percaya, malah tetap mengolok-olok.

Dikisahkan pula, anaknya yang amat disayanginya tak mau naik ke dalam erahu dan membangkang perintah ayahnya. Anaknya Nabi Nuh as besarta orang yang mengingkari ajakan Nabi as berencana naik ke gunung yang sangat tinggi untuk menghindari terjangan banjir.

Orang beriman yang jumlahnya hanya sedikit, naik ke perahu bersama dengan tiap pasang hewan yang sudah dikumpulkan oleh Nabi.

Akhirnya setelah banjir bandang reda, semuanya turun dari kapal. Pada saat itulah Iblis menghampiri Nabi Nuh as seraya berkata,
“Aku sangat berterima kasih padamu, lebih dari semua makhluk yang ada di bumi ini.”


Nada Iblis sangat merdu sekali mengatakannya dan tersenyum riang.

“Terima kasih dari apa?” tanya Nabi Nuh as.
“Karena doa dan permohonmu agar orang-orang kafir itu dicelakakan telah dikabulkan Allah. Dengan cara itu, berarti engkau telah meringankan bebanku, “kata Iblis.

Betapa riangnya Iblis pada hari itu.

Sejurus kemudian, iblis berkata,
“Wahai Nabi Nuh, jangan sekali-kali engkau mendengki karena ia telah menghantar pada keadaan seperti ini. Dan jangan sekali-kali engkau serakah, karena ia telah mengantar Adam seperti yang dialaminya.

Iblis Tewas Ditombak Malaikat

Suatu hari nanti, Iblis juga akan dimatikan oleh Allah SWT. Pada saat malaikat maut akan membinasakannya, iblis lari ketakukan dan menjerit laksana orang yang sangat kesakitan.
Karena saking sakitnya, membuat iblis jatuh pingsa tak sadarkan diri.

Dalam kitab karya Imam Abdirrahim bin Ahmad Al Qadhiy telah diceritakan bahwa pada saat sangkakala kematian ditiup, maka terkejutlah semua penghuni langit dan bumi.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya:
” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).”
(QS. Al Hajj : 1).

Keadaan Pada Hari Kiamat

Pada saat itu, gunung-gunung bisa berjalan, langit menjadi terbalik dan bumi bergoncang hebat, orang hamil akan melahirkan bayinya, lalu orang yang sedang menyusui akan lupa pada anak yang disusuinya. Anak-anak kecil jadi beruban, matahari mengalami gerhana, manusia lupa diri dan setan pun menjadi bingung karenanya.


Disebutkan, bahwa pada waktu itu iblis berlarian ke sana ke mari karena takut serta bingung.

Kemudian malaikat maut memanggil para malaikat untuk membuka pintu-pintu neraka. Maka, turunlah malaikat maut dengan rupa yang sangat menakutkan.

Setelah sampai di hadapan iblis, malaikat maut menangkapnya hingga pingsan. Iblis menjerit dengan jeritan yang seandainya seluruh penghuni langit dan bumi mendngarnya, maka akan pingsanlah mereka karena jeritan iblis yang sangat keras dan hebat tersebut.

Iblis Tewas Ditombak Malaikat

Malaikat maut berkata kepada iblis,
“Hai iblis, rasakanlah olehmu kematian pada hari ini, berapakah umur yang telah engkau habiskan dan berapakah lamanya engkau telah menyesatkan (manusia).

Maka larilah iblis ke arah timur, namun setelah sampai di timur, malaikat maut sudah berada di sana. Iblis pun kemudian berlari ke arah barat dan malaikat maut sudah berada di sana. Kemanapun iblis berlari, malaikat maut selalu ditemuinya.

Iblis berkata, “Hai malaikat maut, dengan gelas apa engkau memberiku minum?”
Malaikat maut menjawab, “Dengan gelas dari neraka Lazha dan neraka Sa’ir”.

Iblis kemudian terjatuh ke bumi berkali-kali sehingga ia berada di tempat yang sangat hina dan dilaknati.

Lalu, malaikat Zabaniyah menarik dan menikamnya dengan tombak, maka iblis pun mengalami sakaratul maut yang amat menyakitkan.

Bisikan Gaib Malaikat

Pada suatu ketika, ada orang Yahudi naik ke atap rumah dan dia membawa sebongkah batu besar untuk dilemparkan kepada Rasulullah SAW yang akan melintas. Namun, ternyata ada maliaikat yang lebih dulu mengabarkan niat jahat tersebut sehingga selamarlah Rasulullah SAW dari ancaman musuh.

Kisahnya

Ada beberapa orang Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah dan salah satu di antara mereka adalah Bani Nadir yang artinya “Anak-anak Nadir”. Suku ini terkenal dengan kekayaannya, mereka hidup dengan ternak mereka yang besar dan kuat.

Pada masa lalu, mereka sudah membuat kesepakatan bersama Rasulullah SAW untuk tinggal bersama-sama secara damai dan tidak membuat masalah. Namun, belakangan ini mereka melanggar kesepakatan tersebut dengan bersekongkol dengan musuh-musuh Nabi. Rasulullah SAW sudah mendengar berita ini, namun beliau tetap tenang.

Beliau lalu mengajak sahabat-sahabatnya untuk menemui mereka. Rasulullah SAW menyukai orang yang memenuhi janji, sedangkan kepada mereka yang tidak menepati janjinya, beliau akan memberikan peringatan dengan lembut. Rasulullah selalu mencari kedamaian dan persaudaraan.

Berbuat Makar

Ketika itu, orang-orang Yahudi menyambut Rasulullah SAW dengan hangat. Mereka tersenyum dan memuji beliau meski pada kenyatannya tidak begitu. Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat duduk di jalan dan bersandar di dinding. Beberapa orang yang licik melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan.


“Ini adalah saat yang tepat untuk membunuh Muhammad! Ayo naik ke atap rumah itu, lalu kita jatuhkan batu ke arahnya. Dengan begitu kita bisa menyingkirkannya,”bisik mereka kepada temannya.
“Tapi siapa yang akan melakukannya?” tanya mereka.
“Aku akan melakukannya,” kata lelaki jahat yang baru datang.
“Kalau kalian melakukan itu, Allah akan memberitahukannya dan berarti kalian melanggar perjanjian damai yang sudah kalian tanda tangani dengannya. Tolong hentikan rencana itu, “kata salah seorang Yahudi terpelajar memperingati mereka.

Namun orang-orang jahat itu tidak mengindahkannya sama sekali. Kemudian mereka mengambil sebongkah batu dan memanjat atap rumah itu. Mereka berencana akan menjatuhkannya ke arah Rasulullah SAW. Tapi Allah SWTYang Maha Tinggi tentu saja tidak ingin Nabi-Nya masuk dalam perangkap itu. Melalui Malaikat Jibril, Allah SWT memberitahukan rencana tersebut kepada Nabi.

Begitu mendapatkan berita itu, Rasulullah SAW langsung meninggalkan tempat itu tanpa meninjukkan kekhawatiran ataupun rasa takut. Itulah cara Allah SWT Maha Tinggi menyelamatkan Nabi-Nya dengan cepat.

Kabar dari Malaikat

Setelah Rasulullah SAW pergi, salah seorang di antara mereka yang berda di tempat itu berkata kepada yang lainnya,
“Kalian tahu kenapa dia tiba-tiba berdiri lalu pergi?”
“Dia sudah diberitahu tentang rencana kalian, “ucapnya.
“Bagaimana kamu tahu akan hal itu?” tanya mereka.
“Dia itu Nabi. Semua tanda yang ada padanya sudah tertera dalam Al Qur’an. Dia itu nabi yang terakhir dan itu sudah jelas.”


“Baiklah, lalu apa saranmu?” ucap mereka.
“Terimalah Islam. Bergabunglah dengan para sahabat Muhammad SAW. Dengan begitu, kalian akan bisa menyelamatkan diri kalian dan anak-anak kalian,” ucap pria itu.
“Tidak. Kami tidak akan pernah meninggalkan jalan kami,” bantah mereka.

Setelah itu Rasulullah SAW memberikan waktu 10 hari kepada Bani Nadir untuk memperbaharui perjanjian di antara mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau memikirkannya sehingga Rasulullah dan bala tentaranya pun mengepung benteng mereka yang pada akhirnya Yahudi menyerah.

Rasulullah SAW tidak menyakiti satu pun dari mereka akan tetapi mereka diminta meninggalkan tempat itu meuju tempat yang lain. Dengan begitu mereka tidak akan bisa membuat makar lagi kepada kaum muslim. Bani Nadir kemudian memuat barang-barang mereka ke atas punggung unta dan pergi ke Khaibar, tempat orang-orang Yahudi lain tinggal.

7 Godaan Iblis Saat Sedang Sekarat

Assalamu’alaikum wr wb.

Iblis laknatullah memang tidak akan pernah menyerah untuk menyesatkan manusia. Bahkan pada saat detik-detik terakhir hidupnya manusia, iblis datang dengan membawa 7 golongan dengan tujuan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka.

Kisahnya

Tak ada yang bisa selamat dari godaan iblis ini, KECUALI atas izin Allah SWT.
Oleh karena itulah kita senantiasa harus ingat akan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan Allah SWT dari godaan iblis yang terkutuk.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut,
“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari tipuan setan di waktu sakaratul maut.”

7 Golongan Penggoda Manusia Saat Sekarat

Ketika manusia sedang dalam keadaan sakaratul maut, ia akan menemui7 golongan iblis yang akan mengajak kesesatan.
Siapa saja mereka.


Golongan pertama adalah iblis yang datang dengan berbagai rupa aneh seperti emas, perak dan lain sebagainya.
Golongan kedua adalah iblis yang datang dengan menyerupai binatang buas seperti harimau, srigala, dan ular yang berbisa.
Golongan ketiga adalah iblis yang menyerupai binatang kesayangannya.

Sedangkan golongan yang ke empat aadalah iblis yang menyerupai orang yang paling dibenci oleh orang yang akan mati itu.
Pada saat iblis datang, bisa dipastikan orang yang akan mati itu akan bereaksi dan mati tanpa mengingat Allah SWT.

Kelompok ke lima adalah iblis datang dengan menyerupai sanak saudarany seperti ayah dan ibunya sambil membawakan makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa orang yang dalam keadaan sakaratul maut itu sangat dan sangat mengharapkan makanan dan minuman karena saking dahaganya keadaan itu.
Dengan begitu oang itu akan mengambil makanan dan minuman dari iblis yang menyerupai ayah dan ibunya.

Rombongan ke enam adalah iblis yang menampakkan diri sebagai ulama-ulama yang membawa banyak kitab sambil berkata,
“Wahai muridku, ternyata kamu sedang sakit di sini, karena itu aku bawakan kamu dokter dan obat-obatan.”

Tanpa pikir panjang, orang itu langsung meminum obat itu. Seketika sakitnya hilang, namun kemudian kambuh lagi.
Setelah itu, iblis berkata,
“Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasehat agar kamu mati dalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah SWT?”
“Aku tidak tahu,”jawab orang yang sekarat itu.

Ternyata Hanya Tipuan Iblis

“Ketahuilah,aku ini adalah seorang ulama yang sangat hebat. Kami baru saja kembali dari alam gaib dan telah mendapatkan surga tertinggi. Cobalah kamu lihat surga yang akan disediakan untukmu. Kalau kamu ingin mengetahui zat Allah SWT, maka patuhilah kami, “ucap iblis.

“Bagaimana Zat Allah itu? “tanya orang yang sekarat itu.
“Tunggulah sebentar lagi, dinding dan tirai akan dibukakan kepadamu, “jawab iblis.

Ketika tirai yang berwarna warna itu dibuka selapis demi lapis, maka orang yang dalam keadaan sekarat itu pun dapat melihat sebuah benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
“Itulah dia Zat Allah SWT yang patut kita sembah, “jawab iblis.

“Wahau guruku, bukankah ini adalah hanya benda yang benar-benar sangat besar saja dan memiliki enam sisi seperti benda lain, atas bawah, kanan kiri dan depan belakang. Padalah Zat Allah SWT tidak menyerupai makhluk, Dia Maha Sempurna, Maha Suci dari sifat kekurangan. Tapi sekarang ini pula keadaannya, lain dari dari yang aku ketahui dulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini, “ujar orang yang sedang sekarat itu.

Dalam posisi penuh keraguan seperti itu, tiba-tiba Malaikat Maut datang dan terus mencabut nyawanya.
Maka matilah orang itu dalam keadaan kafir dan kekal di dalam neraka.

Rombongan yang ke tujuh atau yang terakhit adalah rombongan iblis yang datang dengan 72 barisan yang mengajak manusia tersesat di akhir hayatnya.

Astaghfirullah…

Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan Khusnul Khatimah.
Amiiin…

Wa’alaikum salam wr wb.

Nabi Khidir Masih Hidup Hingga Akhir Zaman

Berikut berbagai pernyataan yang membenarkan bahwa Nabi Khidir as masih hidup hingga sekarang. Diantaranya hadits-hadits, ulama-ulama.
Nabi Khidir as merupakan guru teladan dari banyak kaum sufi, wali dan sebagainya.

Kisah.
Ulama besar ahli hadits yaitu Imam An-Nawawi menyebitkan bahwa dia sendiri berselisih pendapat tentang hidupnya Nabi Khidir as.

Sebagian besar ulama beranggapan bahwa Khidir masih hidup di tengah-tengah kita. Imam An-Nawawi berkata,
“Pendapat ini tidak ditentang sedikitpun oleh ulama-ulama kaum sufi dan ahli-ahli ma’rifat. Mereka pun pernah menceritakan pengalamannya pada waktu berjumpa, berkumpul dan berbincang-bincang dengan Nabi Khidir as. Dia (Khidir) terlalu mulia untuk dicaci atau dicari-cari aibnya, dan dia akan tetap dikenal walaupun kita berusaha menutup-nutupi berita tentang dirinya.”

Di dalam kitab Syarah Muhadzab Juz V, halaman 305.
Imam An-Nawawi berkata bahwa ada beberapa orang sahabatnya yang mempunyai dalil yang membuktikan masih hidupnya Nabi Khidir as. Dia berkata,
“Dan sebagian besar ulama berkeyakinan bahwa Nabi Khidir as masih hidup sampai sekarang.”

Syeikh Ismail Haqqi berkata,
“Kaum sufi dan para ulama bersepakat dengan keyakinan mereka bahwa Nabi Khidir as masih hidup hingga sekarang.”

Pendapat itu diikuti oleh Imam Arabi, Abu Thalib Al-Makki dan Al-Hakim. Terus At-Turmudzi, Ibnu Adham, Basyar Al-Hafi, Ma’ruf Al-Karkhi, Sari As-Saqati, Al-Junaidi, bahkan Khalifah Umar ibn Abdul Aziz r.a.

Di Akhir kitab Sahih Musim bab yang menyebutkan hadits-hadits tentang Dajjal, Abu Said Al-Khudri berkata,
Pada suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita panjang lebar kepada kami tentang diri Dajjal.

Rasulullah SAW bersabda,
“Ia datang tetapi diharamkan untuk memasuki lingkungan Madinah. Lalu ia berhenti di sebagian daerah yang terdapat sesudah Madinah dan pada suatu hari ia didatangi oelh seorang laki-laki yang baik termasuk orang yang terbaik di antara manusia saat itu.
Kemudian dia berkata,
“Saya bersaksi bahwa Anda ini adalah Dajjal yang diceritakan Nabi SAW dalam haditsnya.”
“Bagaimana menurut kalian jika aku membunuh orang ini lalu aku menghidupkannya kembali, apakah kalian mengusulkan sesuatu?” jawab Dajjal.
Mereka menjawab,” Tidak.”
Lalu Dajjal membunuh orang itu kemudian menghidupkannya lagi. Ketika orang itu akan dihidupkan lagi, dia berkata,
“Demi Allah, di kalangan Anda sama sekali tidak aku dapati hari ini orang yang paling hebat pikirannya dibanding aku.”
Maka Dajjal pun bermaksud membunuhnya kembali, tapi tidak kuasa lagi membunuhnya.

Abu Ishak berkata,
“Orang laki-laki itu adalah Nabi Khidir as.”
Siapa Abu Ishak ini, diala seorang muslim bernama asli Ibrahim bin Sofyan. Dia banyak meriwayatkan kisah dari Imam Muslim.

Sedangkan Mu’ammar berkata dalam kitabnya Musnad,
“Lelaki yang pernah dijumpainya itu adalah Sayyidina Khidir.”
Kemudian Mu’ammar menjelaskan hadits nabi nseperti di atas.
Dia berkata,
“Hadits Rasulullah itu sebagai bukti bahwasanya Nabi Khidir as masih hidup.”