Ini Nih 4 Zodiak Cewek yang Paling Suka Cemburuan, Cek apa Kamu salahsatunya?

eketawa.comย  โ€“ Kata orang cemburu itu tanda sayang, tapi kalau pasangan kamu terlalu cemburu repot juga ya sepertinya sikit sikit marah karena cemburu yang berlebihan.

Setiap orang baik pria maupun wanita punya rasa cemburu jadi cemburu itu merupakan hal yang normal tapi kalau udah berlebih ya itu tadi jadi jengkel juga kan ๐Ÿ˜€

Nah siapa sangka ternyata cewek dengan 4 Zodiak ini paling suka cmburuan lho. coba deh cek apa cewek kamu masuk dalam 4 Zodiak ini.

1. Scorpio

Cewek Scorpio mempunyai sifat yang tidak mudah percaya. Dia sangat sulit mempercayai orang. Hal ini membuat dia sering berpikiran buruk karena rasa kecemburuan yang muncul. Bahkan jika cowok yang dia cintai hanya berdiri di samping cewek yang tidak dikenalnya, ini akan membuat dia menjadi sangat tidak tenang.

2. Cancer

Cewek Cancer sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Ketika dia merasa cemburu, hal terbaik yang mereka lakukan adalah menyembunyikan dan merahasiakan perasaan cemburunya itu. Dia tidak akan membiarkan orang lain mengetahui jika saat itu dia sangat cemburu.

3. Leo

Cewek Leo selalu menginginkan perhatian dan ingin dicintai. Dia bisa mengerti kapan segala sesuatunya itu tidak berjalan sesuai keinginannya. Tapiย ketika pasangan dia lebih suka memberi perhatian lebih kepada orang lain dibanding dirinya, itu akan memunculkan perasaan cemburu yang hebat dalam diri cewek Leo. Cewek Leo sangat ingin jadi pusat perhatian dari semua orang di sekitarnya.

4. Virgo

Dalam hidupnya, mungkin cewek Virgo mengalami banyak kecemburuan. Hal itu terjadi karena cewek Virgo cenderung sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Jika ada seseorang yang melakukan sesuatu yang lebih baik dari dirinya, dia akan merasa iri. Dia akan bertindak seolah-olah bahwa hidup ini adalah sebuah kompetisi besar yang harus dimenangkan olehnya.

Nah kira kira kamu dan cewek kamu masuk yang mana nih?

sumber berita

4 Cewek ini Tewas Gara gara dirinya Pengen Terlihat Lebih Cantik Lagi

eketawa.com โ€“ Setiap wanita dilahirkan dengan paras yang cantik. Namun manusia dilahirkan di dunia ini tidak ada yang sempurna, hanya saja manusia yang selalu meminta lebih.

Dan hanya gara-gara ingin selalu terlihat cantik, ada beberapa kisah wanita yang akhirnya tewas dengan kemauannya yang berlebih tersebut.

Beberapa wanita yang tewas gara -gara pengen terlihat lebih cantik ini selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah dimiliki. Mereka pun melakukan berbagai macam hal untuk bisa membuat dirinya terlihat cantik.

Seperti yang dilansir dari brilio.net, inilah dia diantaranya:

1. Eloise Aimee Parry

cantik tewas (gambar:source)

Salah satu wanita yang meninggal gara-gara ingin selalu terlihat cantik yakni Eloise Aimee Parry. Eloise mengaku ingin memiliki tubuh yang indah. Namun pada akhirnya, dia mengalami overdosis obat diet setelah menelan puluhan pil diet dalam waktu yang bersamaan.

2. Chelsea Ake

cantik tewas (gambar:source)

Chelsea Ake merupakan salah satu wanita yang meninggal dunia di usia 24 tahun. Wanita yang memiliki pusat kecantikan di Henderson, Amerika Serikat, ini ditemukan tewas dalam mesin cryotherapy untuk kecantikan miliknya sendiri.

3. Eliana Ramos

cantik tewas (gambar:source)

Eliana Ramos dinyatakan meninggal dunia pada 13 Februari 2007 silam dikarenakan anoreksia. Perempuan asal Uruguay ini yang juga berprofesi sebagai model melakukan diet ketat demi tampil seksi.

4. Luisel Ramos

cantik tewas (gambar:source)

Wanita bernama Luisel Ramos mengalami nasib yang nahas gara-gara ingin terlihat cantik dirinya memilih untuk mengurangi porsi makan yang sangat dikit. Dan pada akhirnya, pada 2 Agustus dirinya dinyatakan meninggal dunia karena mengalami gagal jantung dan kurang gizi.

Nah guys, apapun nikmat Allah yang telah di beri sebaiknya di syukuri ya guys.

sumber berita

Tanpa Sadar Ikan Raksasa Memakan Kekasih Allah

Maih ingatkah dengan kisah Nabi Yunus as? Nabi Ynus as pernah melakukan kesalahan dengan khilafnya. Beliau telah berputus asa karena dakwahnya selama ini selalu saja terus menerus ditolak oleh kaumnya.

Akhirnya Allah SWT memberikan peringatanan yang nyata kepada Nabi Ynus as dengan mendatangkan seekor ikan besar. Ketika kapal nabi Yunus diterjang badai, perahu oleh dan nabi Yunus tercebur ke laut.

Bisa dikatakan pada waktu itu Nabi Yunus pergi melarikan diri bersama pengikutnya yang beriman menyeberangi lautan. Karena Sang nabi telah putus asa karena dakwahnya selalu saja dimentahkan kaumnya.

Singkat cerita, pada waktu Nabi Ynus terjebur ke laut, tubuhnya mengambang di permukaan laut. Kemudian mendekatlah seekor ikan besar dan raksasa datang dan menelan kekasih Allah SWT tersebut.

Karena si ikan berukuran super besar, kontan saja menelan tubuh manusia bukan masalah besar. Lep lep lahap tubuh Nabi Ynus ditelan bulat-bulat oleh ikan raksasa tersebut.

Setelah menelan kekasih Allah SWT, ikan raksasa tersebut meluncur ke dasar laut. Bisa dibayangkan betapa besarnya ikan ini hingga manusia saja tetap bisa leluasa bergerak seperti di dalam kamar saja.

Nabi Yunus as sangat terkejut karena mendapati dirinya telah berada di dalam perut ikan. Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as langsung sadar dan segera bertobat.

Beliau banyak-banyak membaca tasbih.
“Laailaaha illa anta, subahaanaka inni kuntu mindzdzalimiin”

Artinya:
“Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah Yang Maha Suci. Sesungguhnya saya termasuk orang yang menganiaya diri sendiri.”

Ikan-ikan dan tumbuhan yang hidup di dasar laut mendengar tasbih Nabi Yunus as, kemudian semua makhluk laut pun berkumpul di sekitar ikan Nun sambil mengucapkan tasbih.

Sontak saja, ikan Nun kaget bukan kepalang. Ikan Nun merasa ketakutan dan baru menyadari kalau dia sebenarnya menelan manusia yang menjadi kekasih Allah SWT.

Entah berapa lama Nabi Ynus as berdiam diri di perut ikan Nun. Yang jelas, semua makhluk hidup di laut ikut bertasbih mengikuti tasbihnya Nabi Yunus as.


Akhirnya taubat Nabi Yunus diterima. Allah SWT memerintahkan ikan Nun untuk memuntahkan Nabi Yunus as di suatu tempat yang telah ditentukan.
Tubuh nabi kurus kering.

Sepotong Keju Penyebab Lupa

Ini kisah berdasarkan kitab dimana pada zama dahulu, ada seseorang yang bernama Abu Yazid Albustomi yang memang sejak kecil merupakan orang yang suka berbuat kebajikan. Beliau merupakan salah satu ulama sufi yang diakui akan ketinggian ilmu tasawufnya sehingga banyak yang berguru kepadanya.

Sejak kecil berbuat baik dan orangtuanya pun juga selalui menjaga diri untuk tidak makan kecuali dengan yang halal. Sejak dalam kandungan hingga disapi dari air susu ibunya, beliau tidak pernah berkenalan dengan barang yang subhat.

Namun ketika menginjak remaja, ia merasakan bahwa dirinya sudah mulai banyak lupanya. Terutama jika mendengarkan sesuatu hal yang mengandung kebenaran.

Dari situ, ia pergilah kepada ibunya untuk menanyakan sesuatu.

“Wahai ibu, apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau subhat ketika mengandung atau menyusui aku? Karena jika aku mendengar kebaikan, aku mudah lupa,” tanya Abu Yazid.

Ibu Meminta Maaaf

Akhirnya ibunya bercerita terus terang mengenai kejadian yang pernah dialaminya ketika mengandungnya dahulu.

“Anakku, pada suatu hari, ketika sedang mengandung atau menyusuimu, aku melihat sepotong keju tergeletak di tempat si fulan. Saat itu aku sedang mengidam dan benar-benar menginginkan keju itu. Lalu aku ambil secuil keju dan kumakan tanpa sepengetahuan pemiliknya,” jelas ibunya.

Mendengar penjelasan ibunya, tanpa pikir panjang lagi, Abu Yazid langsung mengunjungi pemilik keju tersebut dan ia menceritakan tentang kekhilafan ibunya saat mengandung dirinya.

Kepada pemilik keju tersebut, Abu Yazid merengek untuk meminta maaf.


“Wahai Fulan, dahulu ketika mengandung, ibuku telah memakan secuil kejumu. Sekarang aku mohon agar engkau sudi memaafkannya atau tetapkan harga secuil keju tersebut dan aku akan membayarnya, “kata Abu Yazid.

“Ibumu telah aku maafkan dan apa yang telah ia mkan telah aku halalkan,” kata pemilik keju tersebut.

Akhirnya di kemudian hari, Abu Yazid sudah tidak lupa lagi ketika mendengar suatu kebaikan.

Iblis Pernah Beribadah Puluhan Ribu Tahun

Iblis dan bala tentaranya memang telah meminta keringanan kepada Allah SWTagar nanti matinya tidak diambil terlalu cepat oleh-Nya. Nah, kisah tentang bagaimana umur iblis ini bisa ditangguhkan sampai akhir kehidupan, berawal dari keberadaan bangs jin pada zaman dahulu kala.

Dulu, ketika manusia pertama belum diciptakan oleh Allah SWT, iblis telah hidup selama beribu-ribu tahun dengan sekelompok bangsa jin. Di antara bangsa jin itu ada yang sangat taat beribadah kepada Allah SWT selama 1000 tahun. Dia bernama IZZAZIL. Karena ketaatannya, akhirnya derajat Izzazil ini diangkat Allah SWT sampai ke langit kedua.

Di langit yang baru ini, dia juga masih taat beribadah hingga 1000 tahun lamanya. Allah SWT pun mengangkatnya ke langit ketiga, dan begitu seterusnya hingga langit ke tujuh.

Kecemburuan Izzazil

Ketika berada di langit ketujuh atau langit terakhir ini, Izzazil masih setia dan taat beribadah kepada Allah SWT. Namun perubahan mulai terjadi pada diri Izzazil, ketika Allah SWT menciptakan manusia pertama. Makhluk baru yang diciptakan Allah SWT yang diberi nama ADAM.


Masalahnya, Izzazil diperintahkan Allah SWT untuk sujug kepada Adam, tapi Izzazil menolaknya. Bahkan Izzazil juga tidak setuju sama sekali jika Adam akan dijadikan khalifah di muka bumi oleh Allah SWT.

Kalau semua bangsa jin (termasuk malaikat) taat terhadap perintah Allah SWT, lain halnya dengan Izzazil. Dia membantah perintah Allah SWT karena merasa dirinya lebih mulia dibandingkan dengan Adam. Ibadahnya sudah teruji di hadapan Allah SWT selama puluhan ribu tahun, sementara Adam hanya makhluk yang baru diciptakan.

Allah SWT berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ุขุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ุฃูŽุจูŽู‰ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

Artinya:
dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah[1] kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Penjelasan ayat:
[1] Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

Karena pembangkangan inilah kemudian Izzazil dikenal dalam Al Qur’an sebagai IBLIS. Sangat disayangkan Izzazil yang sudah beribadah selama puluhan ribu tahun, tak ada sama sekali arti ibadahnya, sirna amalnya karena membantah perintah Allah SWT yang sekali itu saja.

Tubuh Rasulullah SAW Dilindungi Petir

Assalamu’alaikum….
Kisah-kisah teladan Islam hadir kembali, silahkan dibaca, dishare sebanyak-banyaknya ke media sosial ya sahabat.

Diantara para nabi dan rasul yang paling banyak memiliki mukjizat adalah Rasulullah SAW. Salah satunya adalah tubuh Rasulullah SAW yang dilindungi petir ketika handak dibunuh.

Kisahnya

Pada zaman Rasulullah SAW, tidak sedikit sahabat yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri tentang kehebatan mukjizat beliau yang spektakuler adalah tubuhnya memancarkan nyala api dan petir sebagai tameng dari serangan lawan yang hendak membunuhnya.

Dikisahkan, Rasulullah SAW berangkat menuju medan Perang Hunain. Diantara yang ikut serta dalam pasukan kafir, ada seorang lelaki yang bernama Syaibah bin Usman bin Thalhah, yang ayah dan pamannya terbunuh dalam Perang Uhud. Oleh karena itu, keikutsertaan Syaibah dalam Perang Hunain adalah untuk membalas dendam atas kematian bapak dan pamannya di Perang Uhud.

Memancarkan Petir

Sasaran utama Syaibah adalah membunuh Rasulullah SAW. Ketika Syaibah mengetahui Rasulullah SAW turut serta dengan pasukan Islam dalam Perang Hunain, dirinya pun ikut bergabung dengan pasukan kafirQuraisy menuju suku Hazawin. Harapannya bila perang sudah berkecamuk, dirinya akan mencari kesempatan dan menunggu saat yang tepat untuk membunuh Rasulullah SAW. Dengan demikian, dirinya dapat menyelesaikan balas dendam kaum kafir Quraisy terhadap Rasulullah SAW.

Syaibah telah memperhitungkan rencananya dengan matang agar jangan sampai gagal. Pedangnya pun dibawa dan telah diasah tajam hingga nanti dapat sekali tebas kepala Rasulullah SAW langsung pisah dari badannya. Hari yang ditunggu pun tiba. Perang sedang berkecamuk dengan hebatnya dan Syaibah terus mengintai gerak gerik Rasulullah SAW karena dialah sasaran utamanya.


Akhirnya, tibalah saat yang ditunggu oleh Syaibah. Sebab di saat orang-orang Islam prak poranda dan bercerai berai oleh serangan gencar pasukan panah kaum kafir yang bertubi-tubi, membuat pasukan Islam tak mampu melindungi Rasulullah SAW. Maka, Syaibah langsung mengeluarkan pedangnya sambil mendekati Rasulullah SAW. Setelah mendekat, serangan pun dilancarkan.

Tiba-tiba saja ada nyala api keluar daru tubuh Rasulullah SAW seperti petir yang menyambar-nyambar dan nyaris menyambar wajah Syaibah. Petir itu seakan melindungi tubuh Rasulullah SAW dari serangan Syaibah. Melihat kejadian itu, Syaibah langsung menutup wajahnya karena rasa takut. Dirinya pun langsung berlari menjauhi Rasulullah SAW. Namun justru Rasul memanggil Syaibah,”Wahai Syaibah, datanglah kemari,” ujar Rasulullah SAW.

Membela Rasulullah SAW

Dengan perasaan takut, Syaibah pun mendekat. Rasulullah SAW lalu meletakkan tangannya di dada Syaibah. Rupanya beliau mengerti kalau Syaibah ketakutan dan gemetaran. Beliau mengusap-usap dada Syaibah seraya berdoa,
“Y Allah, lindungilah dia dari bisikan setan.”

Pada saat itu juga, tak ada yang lebih dicintai oleh telinga, mata, dan segenap jiwa Syaibah kecuali Rasulullah SAW. Perasaan benci dan dendam kepada Rasulullah SAW tiba-tiba saja sirna berganti kecintaan yang luar biasa hebatnya.

“Mari ikut berjuang bersama kami, “kata Rasulullah SAW.
Syaibah langsung berdiri tegak di hadapan Rasulullah SAW. Syaibah lantas melancarkan serangan balik menghantam kaum kafir yang memusuhi Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabatnya.

Wassalamu’alaikum warohmah.

Dosa Diampuni Karena Menolong Anak Kucing

Assalamu’alaikum wr. wb.

Inilah rahasia dari Imam As-Syibli yang memiliki nama Syeikh Abu Bakr ibn Dulaf ibn Jahdar. Ia dikenal sebagai ulama sufi yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya. Dengan ketaatan yang tinggi dalam hal ibadah, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa seseorang bisa diampuni dosanya, seperti kisah Imam As-Syibli, kebaikan yang remeh pun bisa menjadi penolongnya.

Kisahnya

Imam As-Syibli dikenal juga dengan keistiqomahannya dalam beribadah dan shalat serta puasa. Akan tetapi, dari sekian banyak amal ibadah yang dialkukan Imam As-Syibli semasa hidup, hanya satu amalan yang menurut orang lain ringan, yang dapat menghapus dosa As-Sibli dan berhasil meraih ampunan Allah SWT.

Di dalam kitab Nashaih Al Ibad karya Syeikh Imam Nawai Al-Batani dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam As-Syibli wafat, ada seorang temannya yang memimpikannya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam As-Syibli nampak mendapatkan nikmat kubur.
“Wahai Imam As-Syibli, apa yang diperbuat Allah SWT kepadamu?” tanya temannya.
“Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia,” jawab Imam As-Syibli.
“Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu?” pinta temannya.

Mendapatkan Ampunan Allah SWT

Imam As-Syibli pun bercerita bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam As-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkal oleh Allah SWT. Imam As-Syibli pun langsung menjawab amal lainnya.

“Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku,” kata Imam As-Syibli.
Namun, lagi-lagi penyataan itu ditolak oleh Allah SWT. Imam As-Syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.

“Atau mungkin karena kelanggenganku dalam mencari ilmu,” tebaknya.
Pernyataan itu kembali disangkal oleh Allah SWT hingga akhirnya Imam As-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata,
“Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenya aku harap Engkau mau memaafkanku.”

Kemudian Allah SWT berfirman,
“Semua itu tidaklah membuatKu mau mengampunimu.”

Imam As-Syibli Menolong Anak Kucing

Imam As-Syibli lantas bertanya,
“Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?”

Allah SWT berfirman,
“Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engkau menemukan seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke sebuah tembok. Kemudian karena merasa kasihan, engkau mengambil anak kucing itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?”
“Iya,” jawab Imam As-Syibli.

Allah SWT berfirman,
“Karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu.”

Imam As-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tak menyangka jika amal menolong kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Setelah mendapatkan penjelasan itu, teman Imam As-Syibli sadar bahwa amal ibadah yang dilakukan di dunia aini tidak menjadi jaminan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bisa jadi ampunan itu karena amal-amal lain yang mungkin ringan dan remeh untuk dikerjakan, seperti menolong hewan dan tumbuhan.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Dialog Rasulullah dan Sahabat Tentang Penyakit Hati

Kalau hati sudah nteracuni, banyak penyakit yang bakal muncul di kemudian hari.
Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam.
Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya. Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam memegang keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah.

Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah, karena akan mengakibatkan kerasnya hati. Dalam salah satu hadits shahih Rasulullah SAW pernah bicara kepada sahabat Mu’adz:
“Apakah engkau mau aku tunjukkan yang menjadi landasan itu semua (ibadah-ibadah)?”
“Baik, ya Rasulullah”, jawab Mu’adz.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Cegahlah ini” (sambil mengisyaratkan dengan jarinya pada mulutnya).


Lalu mu’adz berkata:
“Ya Rasulullah, apakah kita akan dimintai tanggung jawab dari apa yang kita ucapkan?”
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Kamu wahai Mu’adz, tidaklah seseorang akan ditelungkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam Neraka melainkan karena hasil dari lisannya.”
(Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi).

“Ada dua lubang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, yaitu mulut dan kemaluan.”
(HR Ahmad, At-Tirmidzi dan di-shahih-kannya).

Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, apakah sesuatu yang dapat menyelematkan kita?”
Lalu dijawab oleh Nabi : “Tahanlah olehmu lisanmu.”

Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada di antara jenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya Surga.”
(HR. Al-Bukhari).

Maksud dalam hadits ini adalah, barangsiapa yang bisa memelihara apa yang ada di antara kedua bibirnya, yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah, maka jaminannya adalah Surga.

Kemudian dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau agar ia diam.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam sutau riwayat dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:
“Sebagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yang tidak berguna baginya.” Berkata Sahl: “Barangsiapa yang masih suka bicara yang tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq”.

Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yang dimilikinya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Demi Allah, tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman”, kemudian ditanyakan siapakah gerangan yang engkau maksudkan wahai Rasulullah?
Jawabnya, “orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya.”

Hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, dicitaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.

Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah

Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yang tidak berguna seperti berdusta, suka mengadu domba, ucapan yang keji, ghibah, namimah, suka mencela, bernyanyi, menyakiti orang lain dan lain sebagainya. Itu semua merupakan racun-racun hati sehingga apabila seseorang banyak melakukan seperti ini maka hati akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun, cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati, semakin banyak racunnya akan semakin parah penyakit dalam hatinya, dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan mati hatinya.

Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalah merupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati. Berkata Abdullah Ibnu Mubarak: “Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya.

Maka barangsiapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun hati, kemudian dengan menjaganya tatkala ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar.

5 Tingkatan Manusia Dalam Shalat

Kelompok pertama akan disiksa. Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya. Kelompok ketiga akan dihapus dosanya. Kelompok keempat akan diberi balasan pahala.
Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, kerana dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat.

Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia.

Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah SWT ,maka semua orang akan merasa tenteram dengannya. Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah taโ€™ala , maka jiwanya akan terpotong-potong karena penyesalan terhadap dunia. (Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:

1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor.
yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya.
Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya.
Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

4. Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan batas-batasnya. Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.

5. Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan.
Dia memandang dan memperhatikanNya dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepadaNya. Dia melihatNya dan menyaksikanNya secara langsung.

Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.

Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman as

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman a.s ini terbilang sangat mengunggulkan makhluk yang bernama manusia. Manusia yang iblis bilang adalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna, terbukti tidak benar adanya. Sang jagoan dari para Jin yang bernama Ifrit pun melihat sendiri begitu hebatnya manusia.

Kisahnya.
Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya sufi besar Imam AL Ghazali dikatakan bahwa Ashif bin Barkhiya adalah sepupu Nabi Sulaiman a.s, dan ada juga yang bilang bahwa dia adalah juru tulis Nabi Sulaiman a.s. Ashif ini dahulunya adalah seorang pemboros, sering melakukan maksiat, namun kemudian dia bertobat.

Ketika Ashif dan Nabi Sulaiman a.s bertemu, Nabi Sulaiman a.s menyampaikan apa yang telah diwahyukan Allah tentang dirinya, dan setelah mendengar penjelasan tersebut, Ashif keluar dan menaiki bukit.

Di bukit itulah dia menengadahkan kepala ke langit dan berdoa,
“Tuhanku, Junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat sedangkan Engkau tidak menerima tobatku?
Bagaimana aku akan minta perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku? Aku pasti kembali.”

Demikianlah akhirnya Ashif ini meminta pertolongan Allah SWT, sehingga dirinya berubah drastis dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang patuh kepada perintah Allah SWT.
Allah SWT pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan, penngakuan terhadap dosanya, serta tobatnya.
Pada akhirnya Allah pun memberikan karomah kepada Ashif.

Karomah Ashif Si Pemindah Singgasana Ratu Bilqis
Salah satu karomahnya yang terkenal adalah ia mampu menghadirkan singgasana Ratu Bilqis di Yaman untuk dibawa ke Baitul Maqdis di Palestina.

Dikisahkan bahwa suatu saat Ashif bin Barkhiya berwudhu kemudian dia melakukan shalat sunnah 2 rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman,
“Wahai Nabiyullah, arahkan pandanganmu ke arah yang jauh!”


Nabi Sulaiman a.s pun mengarahkan pandangannya ke arah Yaman.
Setelah itu Ashif berdoa memohon bantuan Allah SWT, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika beliau melihat hal itu, Nabi Sulaiman berkata,
“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku.”

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽู†ูŽุง ุขุชููŠูƒูŽ ุจูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุทูŽุฑู’ูููƒูŽ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุขู‡ู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ูุฑู‘ู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ู„ููŠูŽุจู’ู„ููˆูŽู†ููŠ ุฃูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑู ุฃูŽู…ู’ ุฃูŽูƒู’ููุฑู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุบูŽู†ููŠู‘ูŒ ูƒูŽุฑููŠู…ูŒ ูคู 

40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
(QS. An-Naml: 40).

Surat An-Naml 27: 38-40 sebagai pedoman artikel ini.

Ayat-Ayat Al Qur’an Yang Menjelaskan Singgasana Ratu Bilqis.
Dalam ayat Al Qur’an, Allah SWT berfirman,

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู„ุฃ ุฃูŽูŠู‘ููƒูู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู†ููŠ ุจูุนูŽุฑู’ุดูู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ููŠ ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูฃูจ
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนููู’ุฑูŠุชูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ูู‘ ุฃูŽู†ูŽุง ุขุชููŠูƒูŽ ุจูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู…ูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ููƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽูˆููŠู‘ูŒ ุฃูŽู…ููŠู†ูŒ ูฃูฉ
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽู†ูŽุง ุขุชููŠูƒูŽ ุจูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุทูŽุฑู’ูููƒูŽ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุขู‡ู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ูุฑู‘ู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ู„ููŠูŽุจู’ู„ููˆูŽู†ููŠ ุฃูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑู ุฃูŽู…ู’ ุฃูŽูƒู’ููุฑู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุบูŽู†ููŠู‘ูŒ ูƒูŽุฑููŠู…ูŒ ูคู 

Artinya:
38. berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Namun, setelah Jin Ifrit berkata demikian, majulah seorang yang ahli kitab yang tak lain adalah Ashif, dab berkata,
“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu itu kepada engkau sebelum matamu berkedip.”

Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu telah terletak dihadapnnya, ia pun berkata,
“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya).
Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

Berkenaan dengan firman Allah SWT tersebut, Ibnu Katsir berkata,
“Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman.”

Jin Ifrit Kalah oleh Ahli Kitab.
Dialah Ashif bin Barkhiya, seorang manusia yang diberi karomah oleh Allah SWT karena tobat dan doanya.
Dia selalu menjaga wudhu, seorang yang jujur dan mengetahui.

Jin Ifrit yang terkenal kuat dan sakti itu pun langsung tertunduk malu, kiranya ada orang sakti yang bisa melebihinya.
Ini juga membuktikan bahwa manusia adalah makhuk yang sempurna, melebihi dari jin-jin.
Oleh karena itu sahabat, jangan jadikan jin sesembahan, jangan jadikan jin-jin sebagai penolong, karena telah dibuktikan Ashif bahwa para jin masih kalah imunya dengan manusia.
Allah SWT sajalah tempat meminta dan tempat menyembah.

Sungguh hebat Ashif ini yang memiliki kekuatan untuk memindahkan singgasana hanya dalam satu kedipan mata saja.
Semua adalah berkat pertolongan Allah SWT. Kecepatan pindah teresbut ada yang menyebut melebihi dari kecepatan cahaya atau hampir sama dengan kecepatan cahaya.
Subhanallah…