Kisah Nabi Adam a.s Bapak Umat Manusia

Ketika manusia hendak diciptakan, sebelumnya Allah SWT telah menciptakan alam semesta dan isinya. Allah SWT menciptakan manusia agar menjadi khalifah yang mengurus dunia.

Para malaikat bertanya kepada Allah SWT,
“Mengapa Engkau hendak menempatkan di permukaan bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, sedang kami semua bertasbih memuji dan mensucikanMu?”

Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui.”

Adam, sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat, diajari berbagai hal yang tidak pernah diajarkan kepada malaikat maupun iblis.

baca juga: Ternyata Ini 10 Sifat Istri Yang Membuat Rezeki Suami Mengalir Dengan Sangat Deras, No.8 Sepele dan Sangat Mudah Dilakukan

Maka ketika di hadapan para malaikat dan iblis, Allah SWT bertanya tentang nama-nama benda, dengan mudah Adam teringat dan menjawabnya.

Sedangkan para malaikat dan iblis tidak dapat menjawab. Allah SWT kemudian memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam, tapi iblis menolak dengan alasan ia diciptakan dari api, merasa lebih mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah.

Karena tidak patuh dengan perintah Allah SWT, iblis diusir keluar dari surga dan ditempatkan di neraka.

Sejak saat itulah iblis memiliki rasa dendam kepada Adam. Iblis memintah kepada Allah SWT untuk dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat. Iblis bersumpah akn membujuk dan menyesatkan seluruh anak cucu Adam agar nanti pada hari kiamat bisa menemaninya di neraka.

Setelah iblis tidak tinggal lagi di surga, penghuni surga tinggal Adam bersama para malaikat saja. Dari tulang rusuk Adam, Allah SWT kemudian menciptakan seorang manusia lagi yang diberti nama Hawa, untuk menemani Adam di surga.

Tiada kenikmatan yang demikian luar biasa seperti dirasakan Adam dan Hawa di surga. Mereka bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah SWT.

Namun ada satu larangan dari Allah SWT, yaitu mereka dilarang memetik dan makan buah khuldi. Semua buah boleh dipetik, kecuali buah Khuldi. Namun sayangnya, larangan Allah SWT tersebut dilanggar oleh Adam dan Hawa. Semua karena adanya rayuan dari iblis.
“Sebenarnya jika memakan buah khuldi itu, kalian akan menjadi penghuni surga untuk selama-lamanya.”

Awalnya Adam tak percaya sama sekali dengan rayuan iblis ini. Iblis tak patah arang. Di dekatinya Hawa agar merayu Adam untuk memetik buah khuldi dan memakannya bersama-sama.

Dan…
Iblis berhasil juga. Jika Adam dan Hawa makan buah khuldi, pasti mereka akan diusir juga dari surga.

Lama kelamaan terus dibujuk iblis, Adam mulai goyah juga.
“Mungkin saja apa yang dikatakan iblis itu benar. Tiada salahnya mencoba seperti apa rasanya buah khuldi itu.”

Mereka kemudian memetik buahkhuldi serta memakannya. Tentu saja perbuatan mereka diketahui oleh Allah SWT.
Allah berfirman,
“Tidakkah Aku telah melarang kalian memakan buah pohon khuldi dan memberitahu kalian bahwa iblis adalah mjusuh yang nyata kalian.”

Penyesalan dan permohonan ampun Adam dan Hawa yang telah melanggar larangan Allah SWT, tidak merubah keputusan Allah SWT untuk menurunkan ke bumi secara terpisah.
Adam diturunkan di Hinsudtan dan Hawa di Jeddah.

Setelah bertahun-tahun saling mencari, akhirnya mereka bertemu di Muzdalifah.

Mereka hidup di bumi dengan sangat berbeda dengan kehidupan di surga. Untuk mempertahankan hidupnya, Adam dan Hawa harus bekerja keras membanting tulang, bertarung melawan kondisi alam yang masih murni saat itu.

Pasangan Adam dan Hawa dikarunia anak 20 pasang anak kembar. Yang kemudian terus beranak pinak hingga menjadi beratus juta manusia tinggal di bumi sekarang ini.

baca juga: Wajib Tahu! Inilah Proses Pembusukan Tubuh Manusia Setelah Mati Dalam Hitungan 0 Menit – 1 Tahun

Inilah 5 Kesalahan Rasul yang Ditegur Allah Langsung

Meskipun dirinya adalah seorang Rasul, namun Nabi Muhammad tetaplah manusia biasa seperti halnya kita. Dimana beliau juga makan, tidur, dan beraktivitas setiap hari seperti kita. Dilansir dari akun YouTube YtCrash Islam, bahkan beliau juga pernah melakukan beberapa kesalahan seperti manusia biasa. Beruntunglah Allah langsung menegur beliau atas kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Menshalati dan Mendoakan Kaum Munafik

Umar Ibnu Khaththab ra, berkata, “Ketika Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal, Rasulullah diminta datang untuk menyalati jenazahnya. Lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau salat untuk anak si Ubay itu, padahal pada hari ini dan hari lain dia mengatakan begini dan begitu?’. Maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku boleh memilih, maka aku telah memilih.

Sekiranya aku tahu, kalau aku mohonkan ampunan baginya lebih dari tujuh kali, niscaya dia akan diampuni, tentu aku akan menambahnya’” (HR. Al-Bukhari). Tetapi, tidak beberapa lama sesudah itu, turunlah ayat peringatan untuk Rasulullah. Allah SWT berfirman: “Janganlah sekali-kali kamu menyalati (jenazah) seorang yang mati dari mereka (munafik), dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di atas kuburan mereka. Sesungguhnya mereka telah kafir pada Allah dan utusannya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah: 84)

baca juga: INILAH Kisah Istri nabi ayub a. s yang Sangat Setia bernama …

2. Mengharamkan Madu

Rasulullah SAW minum madu di rumah Saudah, kemudian pergi ke rumah Aisyah. Aisyah berkata: “Aku mencium bau yang tidak sedap”.

Kemudian Rasulullah pergi ke rumah Hafsah, dan ia pun berkata seperti ucapan Aisyah itu. Rasulullah SAW bersabda: “Barangkali bau tersebut berasal dari minuman yang diminum di rumah Saudah. Demi Allah, saya tidak akan meminumnya lagi” (HR. ath-Thabrani). Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk memperingatkan beliau. Allah SWT berfirman: “Hai Nabi (Muhammad), mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tahrim: 1)

3. Toleransi kepada Orang-orang Munafik untuk Tidak Mengikuti Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan perang terakhir dalam sejarah kenabian. Perang ini sekaligus untuk menguji keimanan para sahabat. Salah satu sahabat Nabi yang tidak ikut berperang adalah Ka’ab bin Malik, yang menunda keberangkatannya karena sibuk mengurusi kebun kurmanya yang sedang berbuah dan Rasulullah mengizinkannya. Tak lama setelah itu, Rasulullah mendapat teguran dari Allah.

baca juga: Kisah Jenazah Diziarahi Banyak Malaikat – Kisah Islami

Allah SWT berfirman: “Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin (untuk tidak mengikuti perang Tabuk) sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar uzur (berhalangan) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 43-44)

4. Mengambil Tebusan dari Tawanan

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Ibnu Abbas bercerita bahwa Rasulullah meminta saran kepada Abu Bakar dan Umar ketika kaum Muslimin menawan beberapa tawanan. Abu Bakar mengusulkan agar kala itu beliau meminta uang tebusan supaya dana itu bisa dimanfaatkan untuk melawan orang-orang kafir. Sedangkan Umar menyarankan agar Rasulullah memberikan kuasa pada para sahabat untuk menebas leher para tawanan. Dan Rasulullah pun akhirnya setuju pada pendapat Umar.

Namun tak berapa lama Allah memperingatkan beliau. Allah SWT berfirman: “Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.

Kamu kehendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu), dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah Azza wa Jalla, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar, karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Anfal: 67-69)

baca juga: 5 Humor Gus Dur yang bikin ‘ngakak guling-guling’

5. Mendoakan Keburukan untuk Orang yang Menzalimi Dirinya

Dari Anas, “Salah satu gigi Nabi, rontok di waktu perang Uhud dan terdapat luka di wajah beliau sehingga darah pun mengalir ke bawah.

Maka Beliau bersabda: “Bagaimana suatu kaum akan beruntung jika mereka melakukan hal ini terhadap Nabi mereka yang mengajak mereka kepada Tuhan mereka?” (HR. Ahmad dan Muslim). Atas ucapan tersebut, beliau langsung ditegur oleh Allah. Allah SWT berfirman: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (QS. Ali Imran: 128)

Meskipun kesalahan Rasulullah tidak sebesar yang kita lakukan, Allah pun tetap menegur beliau yang mana adalah seorang Nabi. Lantas, bagaimana dengan kita yang notabene hanya manusia biasa?

baca juga: WOW, Inilah Lima Tipe Anak Sekolah Menjelang Ujian
Banner: 1st-islam.blogspot.com

Kisah Jenazah Diziarahi Banyak Malaikat – Kisah Islami

Kisah Islami

Kisah berikut pantas dijadikan teladan saat kita hidup di dunia sahabat.
Ada seorang pemuda yang meninggal dunia, lalu jenazahnya dimandikan, dikafani hingga dikerumuni banyak sekali malaikat untuk menyaksikan pemakaman pemuda ini. Apa gerangan yang terjadi hingga pemuda ini dikeruti malaikat, hingga Rasulullah SAW pun sangat takjub akan keimanan pemuda ini yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Subhanallah…

Kisahnya.

Adalah Ts’labah yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang sangat setia dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Suatu ketika karena ketidaksengajaanya melakukan dosa, ia sangat menyesal begitu dalam hingga ketakukannya kepada Allah SWT kan azab yan akan ia terima nantinya.

Karena ketaktannya tersebut, Tsa’labah sakit hingga meninggal dunia.
Subhanallah…
Si pemakaman sahabat Nabi yang setia ini banyak malaikat yang iut menziarahi Tsa’labah.

baca juga: INILAH Kisah Istri nabi ayub a. s yang Sangat Setia bernama …

Tsa’labah Sakit.

Setelah sekian lama berjuang bersama nabi, terdengar kabar bahwa Tsa’labah sedang sakit keras.
Mendengar hal itu sahabat Nabi yang lain bernama Salman menghadap Rasulullah SAW dan berkata,
“Wahai Rasulullah, msihkah engkau ingat dengan Tsa’labah? Dia sedang sakit keras.”
Rasulullah SAW pun segera datang menemui Tsa’labah.

Rasulullah SAW meletakkan tangan kanannya di kepala Tsa’labah, kemudian meletakkan kepala Tsa’labah dipangkuannya.
Akan tetapi apa yang terjadi, Tsa’labah segera saja menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.
“Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pengkuanku?” tanya Baginda Rasul.
“Karena aku penuh dengan dosa, tak layak dipangku oleh UtusanNya yang mulia ini,” jawab Tsa’labah.
“Apa yang engkau rasakan?” tanya Nabi lagi.
“Aku seperti dikerubuti semut pada tulang, daging dan kulitku,” jawab Tsa’labah.
“Lalu apa yang engkau inginkan?” tanya Rasul SAW.
“Ampunan Tuhanku,” jawab Tsa’labah.

Maka turunlah Malaikat Jibril as dan berkata,
“Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, “Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula.”

baca juga: Humor Sufi: Abu Nawas Melarang Rukuk dan Sujud dalam Shalat

Meninggal Dunia.

Maka segera saja Rasulullah SAW memberitahukan hal tu kepada Tsa’labah. Begitu mendengar berita itu, terpekiklah Tsa’labah dan langsung meninggal dunia.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar Tsa’labah segera dimandikan dan dikafani dan dishalati.
Ketika selesai dishalati, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat seakan menghindari sesuatu agar tidak tertabrak.
Setelah selesai pemakaman, para sahabat bertanya,
“Wahai Rasulullah, kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat, ada apa gerangan?”

Rasulullah SAW bersabda,
“Demi Zat yang mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya, karena aku lihat begitu banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa’labah.”

Apakah Dosa yang Dilakukan Tsa’labah.

Astaghfirullah…
Sebenarnya dan ternyata kesalahan yang dilakukannya hanya karena beliau melihat seorang wanita Anshar sedang mandi dalam perjalannya menuju rumahnya. Tsa’labah ini takutnya bukan main, kepada Allah SW dan kepada Rasulullah SAW yang jadi panutannya.
Karena kejadian itu, Tsa’labah sangat takut sekali hingga lari.

Subhanallah…

baca juga: Cerita Lucu Hari Ini “Shalat Subuh”

Sumber : kisahislamiah(.blogspot.com